Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

APD Minim, Kepala Dinkes Kota Padang Menangis di Hadapan Anggota DPRD

Dibaca : 355

Padang, Prokabar – Tangis Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr.Feri Mulyani Hamid, M.Biomed pecah ketika memaparkan tentang kelengkapan alat pengaman diri (APD) yang dimiliki oleh Dinkes di hadapan anggota DPRD Kota Padang.

Disaat pertemuan dengan DPRD yang mengunjungi emosinya tak terkontrol. Isak tangisnya pecah ketika menjelaskan minimnya APD bagi tenaga medis.

“APD dan alat kesehatan kita tidak lengkap, peralatan itu yang kita butuhkan untuk berada di garda depan menghadapi Corona,” ucapnya sambil meminta maaf karena tidak bisa menahan kesedihan melihat perjuangan tenaga medis dalam menghadapi corona, Kamis (26/3).

Lebih lanjut, Feril Mulyani menjelaskan bahwa untuk mensiasati kelangkaan APD, dinkes Kota Padang pada saat ini mengupayakan membuat baju APD sendiri yang pada saat ini sedang dikerjakan oleh UMKM yang ada di Kota Padang.

“UMKM menjanjikan baju APD yang akan dikerjakan akan siap dijahit sebanyak 50 unit perhari, semoga ini membantu petugas kesehatan. Untuk memesan APD dari pabrikan harga nya pada saat ini sangatlah mahal, dan tidak menjamin ketersedian barangnya,” ucapnya.

Selanjutnya, Feri Mulyani menyokong usaha-usaha yang dilakukan oleh tim medis dari puskemas yang mencoba membuat APD sendiri.

“Untuk keamanan 100 persen tentu tidak, tetapi usaha medis yang ada dikota Padang cukup membantu mengurangi tertular dari corona,” tambahnya.

Contoh APD yang dibuat secara mandiri petugas Puskesmas Andalas.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Andalas, Padang dr. Tiwi menjelaskan bahwa tim medis dari Puskesmas Andalas, Padang membuat sendiri pakaian APD. Untuk penutup kepala, para petugas ini, memanfaatkan plastik bening yang banyak dijual di toko foto copy.

“Karena kelangkaan APD, kami membuat sendiri APD yang kami butuhkan. Untuk baju, kami mempunyai enam buah baju yang kami jahit sendiri, sedangkan penutup kepala, kami memanfaatkan plastik bening yang banyak dijual di toko foto copy,” tambahnya.

Saat ditanya, keamanan dan kenyamanan saat memakai APD yang dibuat sendiri, dr. Tiwi menyatakan bahwa dengan usaha membuat APD sendiri, sekurangnya meminimalisir terpapar dari covid-19.

“Siap tidak siap kita harus siap. Walaupun APD yang kita buat ini tidak menjamin 100 persen, sekurangnya meminimalisir,” ucapnya.

Tidak adanya stok tok Alat Perlindungan Diri (APD) bagi petugas medis, khususnya di Puskesmas seakan menjalani “misi bunuh diri”, padahal tim medis sendiri merupakan garda terdepan dalam menghadapi corona.

“Kami berharap, APD yang kami buat, dengan memakai bahan yang sama dari pabrikan akan cepat dipergunakan oleh tim medis khususnya puskesmas,” tutup Feril Mulyani.

Sementara Ketua Komisi IV Azwar Siri mengatakan dari kunjungan ke Dinkes tersebut, DPRD akan mendorong Pemko dapat menggunakan anggaran yang tersedia untuk pengadaan APD bagi tenaga medis.

“Kita siap membantu soal penganggaran sehingga pengadaan APD ini bisa segera demi keamanan dan keselamatan tenaga medis kita di lapangan,” katanya.(mbb)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top