Antara Al Mahrum dan orang Dermawan

Penulis -

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Irsyad Syafar

Jika anda seorang yang dermawan dan mudah memberi, itu adalah karunia dari Allah Swt. Semoga nikmat kedermawanan tersebut senantiasa dilimpahkan Allah sampai akhir hayat kelak.

Namun dalam memberi atau berbagi kepada orang lain, perlu juga anda perhatikan orang yang kondisinya di sebutkan dalam Al Quran sebagai AL MAHRUM. Seperti dalam firmanNya:

والذين في أموالهم حق معلوم للسائل والمحروم.

Artinya: “Dan orang-orang yang di dalam hartanya ada bagian tertentu. Untuk orang (miskin) yang meminta-minta dan untuk orang (miskin) yang menahan diri daei meminta-minta.” (QS Al Ma’arij: 24-25).

Dari ayat ini Allah menyebutkan dua tipe orang miskin. Yang pertama yang meminta-minta. Dan yang kedua yang menahan diri dari meminta-minta, yang nama lainnya adalah Al mahrum. Tipe kedua ini orangnya pemalu atau yang menjaga harga dirinya. Sehingga mereka tidak mau meminta-minta, padahal mereka memang sedang butuh pertolongan atau bantuan.

Maka bagi para dermawan atau hamba Allah yang sedang diberi Allah kelapangan harta, perlu juga “mencari-cari, mengintai-intai” atau menggali informasi tentang orang tipe ini, untuk kemudian diberikan bantuan yang layak. Sebab orang Al Mahrum ini kadang tak mendapat bantuan karena mereka menutupi kemiskinannya.

Orang-orang Al Mahrum sering “kalah” dari yang suka meminta-minta. Mereka pasti ada disekitar kita. Tapi rasa malu dan kehormatan diri telah menghalangi mereka untuk mengemis. Mereka sangat layak dibantu dan diprioritaskan. Bila dibulan Ramadhan ini anda membagi sedekah, zakat atau “takjil”, perlu juga anda dahulukan mereka ini.

*****

Kalau anda seorang yang sering dibantu oleh seseorang yang dermawan, baik itu untuk kepentingan anda pribadi atau untuk kepentingan yang lebih luas, perlu juga anda “menenggang” perasaan orang yang dermawan tersebut. Yaitu dengan tidak terlalu sering atau terlalu dekat jaraknya anda meminta kepadanya.

Banyak orang yang dermawan itu bukan karena hartanya yang melimpah ruah. Melainkan karena hatinya yang mudah tersentuh dan peduli kepada orang lain. Maka dia memberi itu juga dalam keterbatasan. Karenanya bila ia memberi, bukan berarti ia selalu ada harta dan kelapangan. Itu sebabnya perlu berjarak untuk meminta kepadanya dan tidak berketerusan. Jangan tiap sebentar, meminta kepadanya. Walaupun itu bukan untuk kepentingan pribadi.

Ada juga sebagian orang yang merasa kalau dia sudah sering diberi dan dibantu, seolah-olah itu sudah hak dia yang harus diterimanya. Dan seolah-olah sipemberi memang WAJIB membantunya. Dan kalau sekali-sekali tidak dibantu, maka ia menjadi marah atau tersinggung. Ini adalah sifat yang tidak baik.

Kita harus menjaga hubungan baik dengan orang lain dengan menjaga hati orang tersebut. Agar tentunya kebaikan demi kebaikan bisa berlanjut. Wallahu A’lam bishshawab.

Penulis : Irsyad Syafar

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB