Daerah

Anjlok! Petani Gambir dan Sawit di Pessel Gigit Jari

Pessel, Prokabar — Petani gambir dan sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terpaksa gigit jari, sebab kedua komoditi tersebut harganya kian anjlok.

Salah seorang petani Gambir di Kecamatan Sutra, Imul (27) mengatakan, harga gambir di Pessel terus anjlok. Saat ini harga Gambir kering hanya Rp12 ribu perKg, dan sebelumnya masih Rp18 ribu perkg.

“Baru tiga hari ini, kami sangat kecewa harganya kian anjlok. Semantara, kebutuhan hidup terus tinggi,” artinya kemana saja Pemerintah,” ujarnya kepada Prokabar.com Sabtu (13/7).

“Sangat sulit kalau tetap bertahan di harga Rp12 ribu ini. Belum kebutuhan perawatan, upah kerja. Untuk makan saja sangat sulit, k diharga itu,” keluhnya.

Hari ini penatian petani gambir di Pessel, tanpa hanya sebuah harapan. Sebab, sampai saat ini dua komoditi belum ada solusi dari pemerintah daerah.

“Kalau sebagai petani kami tentu hanya punya harapan pada pemerintah. Masalah yang lain kami hanya petani. Tentu pemerintah lebih tahu dengan kebijakannya,” ujarnya.

Begitu juga dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Pessel, saat ini tetap anjlok harganya masih kisaran Rp500 hingga Rp400 per-Kg dan sebelumnya masih Rp700 per-Kg.

Seirama diakatan, salah seorang petani sawit di Kecamatan Lunang, Coin (47), ia berharap kepada Pemkab Pessel bisa mencarikan solusi yang tepat, apalagi turun naiknya harga TBS hampir belum ada solusi.

“Kalau bisa ada standarnya, biar kami bisa sedikit legah. Karena sejauh ini harganya terus ditekan,” ungkapnya.

Jatuhnya harga dua komoditi ini, berbanding dengan kebutuhan pokok hari ini. Tidak hanya untuk dapur, listrik juga dinilai lebih mahal dari sebelumnya, bahkan begitu juga untuk kebutuhan lainnya, tutupnya. (min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top