Anjlok! Petani Gambir dan Sawit di Pessel Gigit Jari

Penulis -

Sabtu, 13 Juli 2019 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Petani gambir dan sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terpaksa gigit jari, sebab kedua komoditi tersebut harganya kian anjlok.

Salah seorang petani Gambir di Kecamatan Sutra, Imul (27) mengatakan, harga gambir di Pessel terus anjlok. Saat ini harga Gambir kering hanya Rp12 ribu perKg, dan sebelumnya masih Rp18 ribu perkg.

“Baru tiga hari ini, kami sangat kecewa harganya kian anjlok. Semantara, kebutuhan hidup terus tinggi,” artinya kemana saja Pemerintah,” ujarnya kepada Prokabar.com Sabtu (13/7).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sangat sulit kalau tetap bertahan di harga Rp12 ribu ini. Belum kebutuhan perawatan, upah kerja. Untuk makan saja sangat sulit, k diharga itu,” keluhnya.

Hari ini penatian petani gambir di Pessel, tanpa hanya sebuah harapan. Sebab, sampai saat ini dua komoditi belum ada solusi dari pemerintah daerah.

“Kalau sebagai petani kami tentu hanya punya harapan pada pemerintah. Masalah yang lain kami hanya petani. Tentu pemerintah lebih tahu dengan kebijakannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Begitu juga dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Pessel, saat ini tetap anjlok harganya masih kisaran Rp500 hingga Rp400 per-Kg dan sebelumnya masih Rp700 per-Kg.

Seirama diakatan, salah seorang petani sawit di Kecamatan Lunang, Coin (47), ia berharap kepada Pemkab Pessel bisa mencarikan solusi yang tepat, apalagi turun naiknya harga TBS hampir belum ada solusi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau bisa ada standarnya, biar kami bisa sedikit legah. Karena sejauh ini harganya terus ditekan,” ungkapnya.

Jatuhnya harga dua komoditi ini, berbanding dengan kebutuhan pokok hari ini. Tidak hanya untuk dapur, listrik juga dinilai lebih mahal dari sebelumnya, bahkan begitu juga untuk kebutuhan lainnya, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB