Padang, Prokabar – Sejak Januari 2019 hingga September terdapat 4.875 kasus stunting di Kota Padang. Penderita stunting itu tidak hanya anak-anak saja, namun usia remaja juga. Stunting itu adalah kekurangan gizi kronis pada anak yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tinggi badan (kerdil).
Untuk itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Padang, Faisal Nasir meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal asupan gizi yang baik dan sanitasi bersih, agar stunting dapat berkurang.
“untuk mengurangi angka stunting ini, tentu perlu soliasisasi kepada masyarakat soal asupan gizi yang baik,” kata Faisal Nasir, kamarin.
Selain itu, dia juga mengimbau ibu hamil agar rutin memeriksakan diri ke Puskesmas sehingga gangguan kehamilan dapat diketahui dan diatasi.;
“Kepada warga atau ibu hamil, mari rutin ke Puskesmas dan berikan anak makanan yang cukup, agar mereka tumbuh pesat dan stunting tak dialami,” ujar kader PAN ini.
Sementara Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Ratna Sari mengatakan stunting erat kaitannya dengan masalah gizi yang menyentuh berbagai persoalan antara lain kesehatan, kemiskinan (ekonomi), pengetahuan/pendidikan, pembangunan sarana sanitasi, kebersihan lingkungan, kepedulian keluarga dan kehamilan.
“Upaya yang dilakukan Dinkes ialah pemberian makanan tambahan (PMT) kepada bayi, pemeriksaan berat badan rutin setiap bulan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Untuk tahun 2018 kasus stunting berada diangka 11,86 persen, sedangkan 2019 11,12 persen. Dinkes Kota Padang terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganannya baik itu Dinas Sosial, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.(mbb)
















