Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Angka Penyebaran Covid -19 Melonjak. Pengamat : Sejauh Mana Pemkab Kawal Protokol Kesehatan

Dibaca : 867

Tanah Datar, Prokabar – Penyebaran Covid-19 di Tanah Datar kian mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, satu minggu terakhir, kasus orang terkonfirmasi positif Covid 19 terus melonjak tajam.

Jika dibandingkan awal mula ditemukannya kasus orang terkonfirmasi positif pada maret 2020 lalu, dan menyentuh angka nol kasus pada 5 agustus 2020, penyebaran Covid 19 hanya berada pada angka 14 kasus.

Namun, angka nol kasus itu tidak bertahan lama, dimana selang lima hari kemudian atau pada tanggal 10 agustus 2020, kembali ditemukan kasus terkonfirmasi sebanyak 9 kasus. Keesokan harinya, 11 agustus 2020 dinyatakan bertambah sebanyak 2 kasus.

Pertanggal 17 Agustus 2020, angka orang terkonfirmasi Covid 19 terus bertambah hingga menjadi 44 kasus. Tidak menutup kemungkinan, jumlah kasus penyebaran Covid 19 di Tanah Datar akan terus bertambah seiring dengan pemeriksaan swab terhadap orang kontak erat yang juga bertambah.

Terjadinya lonjakan kasus penyebaran Covid 19 dalam waktu yang singkat, tidak terlepas dari sudah atau belumnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat dan dilingkungan pemerintahan. Dalam kondisi new normal saat ini, potensi penyebaran Covid 19 sangatlah tinggi. Untuk itu, antisipasi penyebarannya diperlukan protokol kesehatan yang baik.

“Diatas kertas, protokol kesehatan itu sudah “duduk”. Secara normatif pun sudah oke. Cuci tangan, jaga jarak, pakai masker. Segala sesuatu sifatnya tidak terlalu penting tidak dilakukan, seperti pertemuan, lebih banyaknya secara visual,” kata pengamat hukum kesehatan dari Universitas Eka Sakti Padang, Firdaus Diezo, yang dihubungi prokabar.com, Rabu (17/8).

Firdaus Diezo juga mempertanyakan, jika sejauh ini sampai dimana pemerintah kabupaten mengawal kebijakan protokol kesehatan sehingga angka penyebaran Covid 19 melonjak tajam. Pasalnya, tugas pasti pemerintah dalam hal ini, bagaimana penerapan protokol kesehatan tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Seharusnya pemkab mengawal itu (protokol kesehatan) sehingga masyarakat secara new normal dapat beraktifitas. Apa yang bisa dilakukan dalam upaya pencegahan?,” imbuhnya.

Pemerintah, baik eksekutif mupun legislatif harus memberikan contoh yang baik pula dalam penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Eksekutif maupun legislatif yang biasanya banyak agenda dan kunjungan, kurangi lah kunjungan dulu. Kurangi pertemuan Tetaplah bekerja. Kalau bisa virtual, lakukan saja secara virtual. Masyarakat tentu harus ada panutannya,” tutup Diezo.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top