Tanahdatar, Prokabar – Tingkat pengangguran di Kabupaten Tanahdatar masih tergolong tinggi. Ironisnya, pengangguran justru didominasi usia produktif dan kaum intelektual yang tidak mendapatkan pekerjaan.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (PMPTSP Naker) Kabupaten Tanahdatar, dibandingkan 2017 lalu, terjadi penurunan pada tahun 2018 dimana tercatat sebanyak 5.157 orang, sedangkan pada tahun sebelumnya angka tersebut mencapai 9.418 orang, atau menurun hingga 4.261 orang.
“Artinya, ada penurunan grafik, namun masih tercatat 5.157 orang yang belum mendapatkan penempatan kerja, dan umumnya kelompok produktif berumur antara 15-44 tahun,” ucap Khairul Anwra, Kepala Bidang Naker Dinas PMPTSP
Menurunnya angka pengangguran tersebut juga tak terlepas adanya penerimaan CPNS, TNI, Polisi dan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kerja (BLK) Tanahdatar.
“Data ini berdasarkan angka pencari kerja yang mengurus kartu AK 1 yang belum ditempatkan atau belum bekerja di instansi formal,” ujar Khairul.
Jika dilihat dari jumlah keseluruhan, kelompok umur 20 hingga 30 tahun mendominasi angka pengangguran tersebut, dengan rincian 1.301 laki-laki dan 2.073 perempuan.
“Selain itu, kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 365 orang laki-laki, 402 perempuan. Serta kelompok umur 31-44 tahun hanya tercatat sekitar 37 laki-laki dan 82 orang perempuan,” sebutnya.
Laju pertumbuhan pengangguran di Kabupaten Tanahdatar diyakini akan terus bertambah, dan hal ini seiring dengan adanya pendidikan formal yang akan menamatkan siswa dan mahasiswa.
“Bisa kita perkirakan saja terjadinya lonjakan pengangguran, ada kampus yang mewisuda pelajarnya tiga hingga empat kali setahun. Jika dalam sekali wisuda saja ada 500 orang, maka dalam setahun ada 900-1200 orang dari satu kampus, kali sekian kampus banyaknya,” terang Khairul.
Untuk menekan angka pengangguran tersebut, berbagai program terus digalakan pemerintah tanah datar salah satunya dengan pembukaan BLK dengan belasan paket bagi pemuda dan pemudi Tanahdatar.
“Lulusan BLK, mereka ada yang bisa bekerja diluar negeri, ada juga yang berusaha sendiri. Kita memberikan pembekalan keterampilan kepada peserta yang siap diterjunkan kelapangan kerja,” tutup Khairul.(eym)
















