Angka Kematian Bayi di Pessel Meningkat, Ini Penyebabnya

Penulis -

Selasa, 15 Oktober 2019 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Angka kematian bayi lahir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), meningkat pada 2018. Angka tersebut naik mencapai 14 kejadian dari 2017 yang hanya 52 kasus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel mencatat pada 2018 terjadi sebanyak 66 kasus dan pada 2017 sebanyak 52. Sedangkan data Dinkes Pessel hingga Agustsus 2019 terjadi 40 kasus.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinkes Pessel, Dewita mengatakan, terjadinya angka kematian bayi lahir dipicu karena beberapa faktor. Faktor usia ibu hamil yang tertalu muda atau sudah terlalu tua. Selanjutnya, dekatnya jarak kelahiran dan faktor banyak anak juga menjadi salah satu penyebabnya.

“Kasus kematian ini ini, juga dipicu kandungan yang tidak sehat, kami juga mencatat bayi lahir dengan berat rendah tercatat 21 orang, “ujarnya pada Prokabar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia menjelaskan, untuk menimalisir hal tersebut, saat ini pihak terus melakukan langkah pencegahan. Tetapi, kendati demikian tidak juga terlepas dari dukungan banyak pihak.

“Kader ada, tapi kerja belum maksimal. Nah kalau kami berharap dari nagari juga ikut serta di sini,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain persoalan mati bayi lahir, persoalan ibu hamil sendiri juga menjadi perhatian Dinkes. Sebab, sejauh ini banyak kasus yang berisiko tinggi terhadap ibu saat melahirkan.

Persoalan pertamanya adalah seperti, pendarahan serta pengetahuan dalam menjaga kesehatan saat menjalani kehamilan.

“Makanya kami imbau ibu hamil rajin periksa kehamilan. Jika ada keluhan segera hubungi tenaga keaehatan, “tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB