Pesisir Selatan, Prokabar — Angka kematian bayi lahir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), meningkat pada 2018. Angka tersebut naik mencapai 14 kejadian dari 2017 yang hanya 52 kasus.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel mencatat pada 2018 terjadi sebanyak 66 kasus dan pada 2017 sebanyak 52. Sedangkan data Dinkes Pessel hingga Agustsus 2019 terjadi 40 kasus.
Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinkes Pessel, Dewita mengatakan, terjadinya angka kematian bayi lahir dipicu karena beberapa faktor. Faktor usia ibu hamil yang tertalu muda atau sudah terlalu tua. Selanjutnya, dekatnya jarak kelahiran dan faktor banyak anak juga menjadi salah satu penyebabnya.
“Kasus kematian ini ini, juga dipicu kandungan yang tidak sehat, kami juga mencatat bayi lahir dengan berat rendah tercatat 21 orang, “ujarnya pada Prokabar.
Ia menjelaskan, untuk menimalisir hal tersebut, saat ini pihak terus melakukan langkah pencegahan. Tetapi, kendati demikian tidak juga terlepas dari dukungan banyak pihak.
“Kader ada, tapi kerja belum maksimal. Nah kalau kami berharap dari nagari juga ikut serta di sini,” terangnya.
Selain persoalan mati bayi lahir, persoalan ibu hamil sendiri juga menjadi perhatian Dinkes. Sebab, sejauh ini banyak kasus yang berisiko tinggi terhadap ibu saat melahirkan.
Persoalan pertamanya adalah seperti, pendarahan serta pengetahuan dalam menjaga kesehatan saat menjalani kehamilan.
“Makanya kami imbau ibu hamil rajin periksa kehamilan. Jika ada keluhan segera hubungi tenaga keaehatan, “tutupnya. (min)
















