Angin Kencang Rusak Tanaman, Harga Cabai Hijau Terjun Bebas di Padang Panjang

Penulis -

Jumat, 2 April 2021 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman cabe di Paninjauan, terdampak angin kencang. (foto: ist)

Tanaman cabe di Paninjauan, terdampak angin kencang. (foto: ist)

Padang Panjang, prokabar – Cuaca ekstrim berupa angin kencang yang melanda Padang Panjang dan nagari sekitarnya dalam dua hari terakhir, ternyata langsung berdampak kepada pertanian warga.

Banyak tanaman yang rusak akibat hempasan angin badai. Tanaman yang paling terdampak adalah cabai. Banyak yang patah, bahkan tercerabut dari akarnya, akhirnya layu.

“Yang paling menyedihkan, buahnya banyak yang rontok, termasuk buah muda yang belum masanya di panen. Daripada terbuang, cabai hijau itu terpaksa dijual juga.”kata Amrizal, salah seorang petani dari Paninjauan yang membawa cabai hijau ke Pasar Padang panjang, Jumat (2/4) pagi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ternyata petani yang menderita akibat angin kencang itu cukup banyak. Cabai hijau terlihat melimpah di pasar Padang Panjang. Akibatnya harga pun langsung terjun bebas, melorot dengan tajam.

“Biasanya cabai hijau masih dihargai sampai 20-25 ribu/kg, tapi pagi ini hanya dihargai Rp5 ribu/kg, bahkan sampai Rp3 ribu/kg.”ujar pria 55 tahun yang membawa cabai hijaunya sebanyak 15 kg.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Lain lagi cerita Amirudin, yang lahannya kini ditanami buncis. Justru mengalami kondisi yang lebih parah. Tonggak-tonggak penyangga tanamannya bertumbangan. Hanya sebagian kecil yang masih terlihat berdiri.

“Buncis memang takut sekali kalau angin badai begini, buahnya tergores daun dan langsung rusak. Apalagi kalau tonggaknya sudah rebah, kecil kemungkinan hasilnya akan baik.”katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kedua petani itu mengaku tak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa pasrah dengan kondisi cuaca ekstrim yang diprediksi BMKG akan berlangsung sampai bebeberapa hari ke depan. “Berapa yang tinggal, itulah rezeki kita. Tak ada yang perlu disesali.”ucap Amrizal kepada prokabar.(mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB