Daerah

Angin Kencang Rusak Tanaman, Harga Cabai Hijau Terjun Bebas di Padang Panjang


Tanaman yang paling terdampak adalah cabai

Tanaman cabe di Paninjauan, terdampak angin kencang. (foto: ist)

Dibaca : 175

Padang Panjang, prokabar – Cuaca ekstrim berupa angin kencang yang melanda Padang Panjang dan nagari sekitarnya dalam dua hari terakhir, ternyata langsung berdampak kepada pertanian warga.

Banyak tanaman yang rusak akibat hempasan angin badai. Tanaman yang paling terdampak adalah cabai. Banyak yang patah, bahkan tercerabut dari akarnya, akhirnya layu.

“Yang paling menyedihkan, buahnya banyak yang rontok, termasuk buah muda yang belum masanya di panen. Daripada terbuang, cabai hijau itu terpaksa dijual juga.”kata Amrizal, salah seorang petani dari Paninjauan yang membawa cabai hijau ke Pasar Padang panjang, Jumat (2/4) pagi.

Ternyata petani yang menderita akibat angin kencang itu cukup banyak. Cabai hijau terlihat melimpah di pasar Padang Panjang. Akibatnya harga pun langsung terjun bebas, melorot dengan tajam.

“Biasanya cabai hijau masih dihargai sampai 20-25 ribu/kg, tapi pagi ini hanya dihargai Rp5 ribu/kg, bahkan sampai Rp3 ribu/kg.”ujar pria 55 tahun yang membawa cabai hijaunya sebanyak 15 kg.

Lain lagi cerita Amirudin, yang lahannya kini ditanami buncis. Justru mengalami kondisi yang lebih parah. Tonggak-tonggak penyangga tanamannya bertumbangan. Hanya sebagian kecil yang masih terlihat berdiri.

“Buncis memang takut sekali kalau angin badai begini, buahnya tergores daun dan langsung rusak. Apalagi kalau tonggaknya sudah rebah, kecil kemungkinan hasilnya akan baik.”katanya.

Kedua petani itu mengaku tak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa pasrah dengan kondisi cuaca ekstrim yang diprediksi BMKG akan berlangsung sampai bebeberapa hari ke depan. “Berapa yang tinggal, itulah rezeki kita. Tak ada yang perlu disesali.”ucap Amrizal kepada prokabar.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top