Pariaman, Prokabar – Cuaca ektrim melanda pesisir barat Sumatera Barat mulai berdampak di sejumlah daerah. Seperti dialami sejumlah bangunan di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu malam (31/8).
Angin kencang menerpa daerah tersebut sejak sore dan pada pukul 18.40 WIB mulai berdampak.
“Angin yang sangat kencang menerbangkan atap rumah warga. Kerusakan meliputi rumah warga, atap warung, plang nama mushalla dan lampu jalan,” ungkap Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya melalui Pusdalops-PB.
Meski tidak ada korban jiwa dan kerugian material yang terlalu banyak, namun kerusakan atas rumah dan warung cukup membuat trauma.
9 Unit rumah warga, 2 unit warung, 2 unit lampu jalan dan plang nama Mushala mengalami kerusakan.
“Angin yang sangat kencang disertai hujan sedang hingga lebat. Saat ini kami sudah melakukan pendataan serta membersihkan puing-puing bangunan yang diterbangkan angin. Kebutuhan mendesak korban bencana itu adalah terpal panjang menutupi atap rumah dan warung yang diterbangkan angin kencang tersebut,” tutupnya. (rud)
Angin Kencang Hantam 11 unit Bangunan di Padang Pariaman.
Agam, Prokabar.com – Cuaca ektrim melanda pesisir barat Sumatera Barat mulai berdampak di sejumlah daerah. Seperti dialami sejumlah bangunan di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu malam (31/8). Angin kencang menerpa daerah tersebut sejak sore dan pada pukul 18.40 WIB mulai berdampak.
“Angin yang sangat kencang menerbangkan atap rumah warga. Kerusakan meliputi rumah warga, atap warung, plang nama mushalla dan lampu jalan,” ungkap Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya melalui Pusdalops-PB.
Meski tidak ada korban jiwa dan kerugian material yang terlalu banyak, namun kerusakan atas rumah dan warung cukup membuat trauma. 9 Unit rumah warga, 2 unit warung, 2 unit lampu jalan dan plang nama Mushala mengalami kerusakan.
“Angin yang sangat kencang disertai hujan sedang hingga lebat. Saat ini kami sudah melakukan pendataan serta membersihkan puing-puing bangunan yang diterbangkan angin. Kebutuhan mendesak korban bencana itu adalah terpal panjang menutupi atap rumah dan warung yang diterbangkan angin kencang tersebut,” tutupnya. (rud)
















