Anggaran Minim ‘Alasan Klasik’ Gelora Tuanku Imam Bonjol Jadi Terbangkalai

Penulis -

Minggu, 14 Mei 2023 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Kurang dirawatnya Gelora Tuanku Imam Bonjol yang ada di Lubuk Sikaping ternyata disebabkan minim anggaran. Hal ini diakui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disporapar Pasaman, Herlinda Hanafi, Minggu (14/5).

“Minim. Adapun anggaran untuk pemeliharaan namun tidak terfokus pada Gelora semata. Ada beberapa fasilitas olahraga dan lainnya yang membutuhkan anggaran. Seperti lapangan Tigo Nagari, Panti, Tampuniak dan Auditorium serta Gelanggang Olah Raga (GOR) di areal kantor Bupati Pasaman,” kata, Herlinda.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Perihal keamanan dari para remaja yang kerap menjadikan lokasi dalam Gelora sebagai tempat mabuk-mabuk dan perbuatan penyakit masyarakat lainnya, diakui Herlinda, tidak ada lagi. Pasalnya, sudah setahun ini dua orang Sat Pol PP telah ditempatkan untuk tinggal di areal Gelora.

“Tidak ada oknum remaja yang ngelem atau mabuk-mabukan lagi sejak dijaga Satpol PP,” kata Herlinda.

Menanggapi minimnya anggaran untuk perawatan atau kelangsungan terawatnya Gelora ini, Masyarakat meminta, Pemkab Pasaman tidak memandang sebelah mata bidang olahraga.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Yang iya-iya saja lah, minim anggaran jadi alasan. Janganlah begitu. Bisa saja anggaran dikucurkan ke sana, kalau pak jabat itu mau. Contoh saja, fasilitas pariwisata di Bonjol, dapat kue pembangunan. Terserahla anggarannya dari Provinsi dan sebagian dari Pemda Pasaman, kenapa Gelora tidak bisa. Sudah bertahun lo, itu itu saja bentuk Gelora, makin parah yang ada,” keluh, Mak Kanti, salah satu pemerhati pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Warga lainnya berharap, ini menjadi PR bagi Pemkab Pasaman untuk tidak menjadikan minim anggaran sebagai ‘pelarian’ sehingga Gelora tidak terawat.

“Instansi terkait harus mempunyai rencana untuk rehabilitasi Gelora ini. Minim pemeliharaan ini sudah lama berlangsung. Bisa saja, untuk pengoperasian serta pemeliharaan gedung ini diserahkan kepada pihak ke-3. Bagaimana mekanisme tentu sesuai dengan peraturan yang ada,” pungkas pemerhati lainnya, Dedy. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB