Anggaran Defisit, Pemkab Pessel Tarik Sejumlah Kegiatan

Penulis -

Jumat, 4 Oktober 2019 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar —Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, menarik sejumlah kegiatan daerah tahun jamak untuk mensiasati defisit anggaran tahun 2019.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pessel, Suhandri mengatakan, defisit terjadi akibat banyaknya kegiatan dan anggaran alat tulis kantor (ATK) yang tidak rasional.

“Dulu kami terlampau besar memperkirakan sisa anggaran. Sedangkan kebutuhan kita tinggi,” ujarnya Suhandri pada wartawan di Painan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dari data DPKAD Pesisir Selatan total terakhir defisit APBD 2019 mencapai Rp13 miliar. Namun, setelah dilakukan penarikan anggaran sejumlah kegiatan saat ini kembali tertutupi.

“Sebab, masing-masing OPD diwajibkan untuk menunda kegiatan. Ini kaitannya dengan defisit anggaran yang terjadi, “ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan tahun jamak yang ditarik adalah rencana pembangunan Masjid Terapung di Carocok Painan, kantor perwakilan termasuk rencana kenaikkan tunjangan PNS tidak dibayarkan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Seperti Masjid terapung itu dibayar uang muka dulu, begitu juga dengan kantor perwakilan pengerjaannya tahun jamak. Dan begitu juga dengan kebutuhan kenaikkan tunjangan yang tidak dibayarkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain banyaknya kegiatan, defisit anggaran di Pesisir Selatan juga dipicu karena rendahnya penerimaan pajak negara (DBH) di Pessel, serta pemasukan PAD yang tidak capai target.

“Untuk antisipasi, kegiatan harus berdasarkan sumber dana. Yang tidak tercapai itu paling banyak di PAD. Pada saat PAD tidak tercapai, itu yang akan kita evaluasi, “tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB