Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Alumni Universitas Bung Hatta Sukses Menjadi Entrepreneurist

Dibaca : 421

Padang, Prokabar – Universitas Bung Hatta selalu berupaya menghasilkan lulusan terbaik dan mampu menjadi pelaku gerakan perubahan yang membawa kebermanfaatan bagi dirinya dan masyarakat.

Melalui kurikulum berbasis revolusi industri 4.0 dan orientasi program merdeka belajar, para mahasiswa dihadapkan dengan pilihan karier setelah menamatkan pendidikan di lembaga yang saat ini menduduki Peringkat 1 Perguruan Tinggi swasta se-Sumatera dan peringkat ke-83 untuk seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia yang berjumlah 2.136.

Para lulusan tidak hanya terampil dalam keilmuan di bidangnya masing-masing, tetapi juga dimotivasi dengan passion dalam berwirausaha.

Wella Ania Vannesa, alumni Universitas Bung Hatta ini sukses dalam hal bisnis berskala internasional berbasis big data. Ia merupakan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kemampuannya di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia telah mengantarkannya tidak hanya sukses menjadi guru pada pendidikan nonformal, tetapi juga dalam dunia usaha. Dengan memanfaatkan sistem big data dalam pengelolaan usahanya, ia telah memiliki ‘kantor’ digawainya sendiri.

“Saya bergabung bersama PT Duta Elok Persada. Perusahaan ini bergerak di bidang kecantikan dan kesehatan kulit, terutama bagi wajah. Meski saya berlatar belakang sarjana pendidikan, saya menyenangi keduanya: menjadi guru dan pebisnis,” sebutnya.

Keterampilan berbahasa dan analisis kritis yang dieksplorasinya selama kuliah mengantarkan mampu menyelami wilayah pendidikan dan usaha. Sebab menurut Wella, dalam berbisnis, kecerdasan berpikir dan berbahasa merupakan ibarat dua sisi yang saling melengkapi.

“Bisnis itu tidak hanya action di mulut, tetapi juga upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan besar,”katanya dalam suatu kesempatan.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam dunia bisnis, orang tidak dibatasi untuk mendapatkan uang berapa saja. Orang bebas menentukan berapa Rupiah yang ingin dihasilkannya. Orang bebas menentukan kemana arah jenjang kariernya.

“Semua usaha tentu memiliki tantangan. Untuk mencapai semua itu, semua butuh pengorbanan tanpa ‘tunggu’. Pendidikan, mental, dan modal adalah tiga pilar yang harus dimiliki oleh seseorang dalam memulai usaha,”sebutnya.

Kini, kesuksesannya dibuktikan dengan peraihan sebagai Leader Diamond (Level 3) PT Duta Elok Persada (2019). Ia juga berhasil meraih Reward Tour ke Bangkok (2020), peraih bonus Vaganza 2020.

Sebagai anak muda yang dinamis, ia berupaya membangun ekonomi kreatif berbasis digitalisasi dan mandiri bagi masyarakat desa dan kota, baik di Sumatra maupun di luar Sumatra. Ia merangkul para masyarakat yang ingin hidup sehat tanpa bahan berbahaya dan memiliki penghasilan tanpa harus menjadi ‘anak buah’ di perusahaan. Saat ini, ia telah memiliki lebih dari 300 jaringan lintas di Sumatra dan Pulau Jawa.

Saat ini, meski di tengah Pandemi Covid-19, usahanya tetap berjalan dengan lancar. Bahkan, ia bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di Kota Padang, Kab. Solok Selatan, Kab. Pesisir Selatan, Muko-muko (Bengkulu), dan daerah lainnya melalui usaha yang dijalankannya.

Masyarakat desa dan kota yang sebelumnya hanya berkerja dalam urusan domestik, kini, mereka telah aktif dan produktif dalam merintis karier di PT Duta Elok Persada tanpa harus mengabaikan keluarga. Demikian prinsip yang ditanamkan Wella kepada jaringannya.

“Saya sangat bersyukur. Alhamdulillah, penghasilan dan omset penjualan tetap stabil. Kisaran 5 hingga 20 juta sebulan. Di samping itu, bisnis ini menjadikan saya memiliki banyak rekanan sekaligus teman. Niat dan usaha yang serius dan sungguh-sungguh adalah kuncinya,”sebutnya.

Wella membuka kesempatan luas bagi masyarakat Sumatra Barat dan sekitarnya yang ingin menjalankan bisnis dengan sungguh-sungguh. Bagi yang berminat, silakan kunjungi instagram nu.amoorea.indonesia.padang atau melalui kontak 082281201088.

*Abenk, Sablon Inyiak: UMKM Berbasis Kearifan Lokal dan Nasional*

Tak kalah membanggakan juga, Syafri Antoni atau yang akrab disapa Abenk merupakan owner Sablon Inyiak. Ia merupakan Alumni Universitas Bung Hatta dari Program Studi Teknik Industri.

Sejak 2014 silam, ia menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di bidang fashion atau jasa sablon dan konveksi di Kota Padang. Sablon Inyiak kini telah berdiri sebagai UMKM yang aktif dan produktif dan didukung oleh pemerintah untuk pengembangan usahanya.

Abenk telah meluaskan sayap usahanya menjadi suatu bidang usaha konveksi berbasis kearifan lokal. Ia menyebutnya @sablon_inyiak. Kata ‘inyiak’ diambil dari suatu istilah kesenian lokal, yakni silek harimau/inyiak. Di Minangkabau, harimau bisa juga disebut Inyiak. Sablon Inyiak melayani berbagai permintaan, seperti sablon pembuatan t-shirt, masker, dan goodie bag, dan produk lainnya.

Dengan memanfaatkan ungkapan atau istilah kedaerahan, produk @sablon_inyiak semakin diminati. Tidak hanya ungkapan-ungkapan kedaerahan yang mengandung nilai sosial, lokal, budaya, atau sekadar hiburan, desain Sablon Inyiak sendiri juga berasal dari permintaan konsumen.

Meski saat ini kondisi perekonomian Indonesia diterpa oleh Pandemi Covid-19, usahanya tidak terganggu. Permintaan masyarakat terhadap produknya cukup stabil bahkan meningkat, masker dan t-shirt misalnya.

Para pemesannya beragam, mulai dari pihak sekolah, universitas, perusahaan swasta, komunitas, hingga instansi pemerintahan datang untuk memesan masker, t-shirt, dan produk lainnya dalam jumlah menengah maupun banyak.

“Kuncinya networking. Jika kita pandai dan berpandai-pandai dalam membangun jaringan, InsyaAllah orang akan mencari kita,”sebutnya saat ditemui di workshopnya.

“Kami memberikan harganya yang merakyat. Desain suka-suka. Kualitas terbaik tentu menjadi prioritas kami,”sebutnya.

Dengan usaha yang dijalankannya hingga saat ini, ia bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat di Kota Padang. Ia menggandeng para anak muda bahkan mahasiswa untuk menyelami dunia industri konveksi dan desain.

Ia memanfaatkan media sosial sebagai basis pemasaran. Masyarakat bisa mengunjungi instagram @sablon_inyiak untuk melihat proses dan hasil produknya. Masyarakat juga bisa menghubunginya melalui kontak 085263858666.

Alumni FTI Universitas Bung Hatta ini menjadi deretan kesekian yang menunjukkan bahwa lulusan Bung Hatta menjadi garda terdepan dalam membangun perekonomian masyarakat dan semangat kewirausahaan. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top