Alumni FIB Unand Rintis Rumah Nusantara 74

Penulis -

Senin, 7 Januari 2019 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung, Prokabar — Rumah Nusantara 74 telah dirintisnya sejak Oktober 2016 saat masih tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas sehingga setiap pekan dia selalu bolak-balik Padang-Sijunjung.

Awalnya tempat pendidikan itu bernama Kelas Nusantara. Sejak Juni 2017, namanya berubah menjadi Rumah Nusantara 74 karena sudah terdiri atas beberapa kelas, yakni  Kelas Literasi Publik, Kelas Bahasa Inggris, Kelas Dokumentasi dan Kearsipan, dan Kelas Lingkungan dan Pertanian. Programnya berkelanjutan setiap pekan, yakni setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Menurutnya penamaan Rumah Nusantara diambil berdasarkan filosofi dari rumah itu sendiri. Rumah adalah tempat berlindung dari hujan dan panas. Rumah merupakan tempat pulang setelah melakukan rutinitas seharian, dan Rumah merupakan tempat yang nyaman. Sementara itu, Nusantara ialah gugusan pulau, alam, dan rimba yang terbentang luas dari Sabang sampai Mearuke. Adapun 74 ialah nomor rumah tempat kegiatan dikonsep dan dijalankan, sekaligus sebagai sekretariat organisasi.

“Filosofi Rumah Nusantara 74 adalah tempat berlindung dari kebodohan, ketidaktahuan, ketidakpedulian karena merupakan learning centre. Rumah Nusantara 74 ingin membuat setiap penghuninya banyak tahu, peka terhadap lingkungan, peduli terhadap lingkungan dan sosial, dan menjadi pandai dalam menyikapi keadaan dengan program-program atau kelas yang diadakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Terkait dengan kelas-kelas yang dibukanya tersebut, lebih lanjut ia menjelaskan Kelas Literasi Publik (KLP) ditujukan untuk semua usia. “Tujuannya untuk membuat masyarakat sadar akan pentingnya bacaan sebagai sarana pembelajaran mandiri,” ujarnya.

Strategi pembelajar pada KLP dilakukan berbeda. Untuk anak-anak ia menerapkan strategi membacakan (mendongeng) sebagian isi buku, kemudian untuk mengetahui lanjutan cerita, mereka harus membacanya.

Sedangkan untuk pemuda dan remaja, dengan cara diskusi tentang banyak tema. Setelah mengetahui minat mereka, direkomendasikanlah buku-buku dengan tema yang disukai.

Kelas Bahasa Inggris (KBI) lebih mengedepankan speaking. Kelas ini lebih ditujukan untuk anak-anak. Sadar bahwa anak-anak menyenangi permainan, makanya ia menggunakan permainan sebagai media mentransfer ilmu.

Kelas Dokumentasi dan Kearsipan ditujukan untuk anak-anak SMA. Fokusnya bergerak di bidang pendokumentasian manuskrip, naskah, foto, dan penulisan sejarah, baik lokal maupun nasional. Pendokumentasian tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga berupa foto dan video.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kelas Lingkungan dan Pertanian ditujukan untuk masyarakat luas di bidang lingkungan dan pertanian. Caranya dengan mengadakan kajian dan diskusi mengenai lingkungan, sampah, dan pertanian dengan mendatangkan beberapa narasumber yang paham di bidang tersebut.

Selain itu, kelas ini juga melakukan pengolahan terhadap hasil pertanian maupun perkebunan. Misalnya, melakukan pengolahan kakao sebagai minuman cokelat yang bisa dinikmati, dan pengolahan biji salak menjadi minuman yang menyehatkan.

Perjuangannya tidak sia-sia. Kini ia bersama timnya di Rumah Nusantara 74 (RN 74) telah menghasilkan berbagai karya, baik berupa tulisan maupun video. Masyarakat juga telah berhasil mengolah kakao dan biji salak sebagai minuman yang menyehatkan.

Bila ada tamu, minuman kopi salak dan cokelat akan disuguhkan sebagai minuman penghantar diskusi. Selain itu, pada 29 Oktober 2018 lalu, ia  menerima penghargaan dari Gubernur Sumatra Barat sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Awalnya dari kecamatan bergiat, saya diusulkan ke Kabupaten Sijunjung sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan. Karena pihak kabupaten tertarik dengan program RN 74, diusulkanlah ke tingkat provinsi. Pihak provinsi pun sama, menyukai program RN 74 sehingga diusulkan ke Kemenpora untuk meninjau lokasi. Kemenpora pun datang. Lalu, dari 13 kabupaten/kota yang mengusulkan di Sumbar, alhamdulillah mendapatkan peringkat pertama dengan penganugerahan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Sumbar tahun 2018 yang waktu itu diberikan oleh Wagub, Nasrul Abit di halaman Kantor Gubernur Sumatra Barat,” ujarnya.

Ia berharap apresiasi yang diberikan pemerintah ini terus memotivasi RN 74 untuk terus konsisten terhadap program-program di masa mendatang.

“Ini merupakan kerja bersama di RN 74. Fokus kita adalah gagasan, ide, dan kerja nyata, bukan menjadi pengepul piala.” Ungkapnya.

Selain itu, ke depannya dia juga berniat menambah kelas di Rumah Nusantara 74 yang relevan dan dibutuhkan masyarakat. (*/hum/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB