Alu Katentong, Kesenian Tradisional Khas Nagari Padang Laweh

Penulis -

Senin, 14 November 2022 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Alu Katentong, merupakan sebuah kesenian khas yang berasal dari Nagari Padang Laweh, Kabupaten Tanah Datar. Kesenian tradisional ini biasanya ditampilkan setiap kegiatan prosesi adat dan pesta perkawinan.

Rosmaini, bundo kanduang Nagari Padang Laweh saat pameran permainan anak nagari di Istano Salinduang Bulan menyampaikan, kesenian Alu Katentong sudah ada semenjak zaman batu, dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

” ini terlihat dari penggunaan peralatan berupa kayu dan batu, serta bukan besi, logam dan sejenisnya. Pada mulanya hanya menggunakan alu penumbuk padi di lesung batu,” katanya, minggu (13/11).

Baca Juga :  Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta

Peralatan yang digunakan dalam penampilan kesenian Alu Katentong diantaranya Alu atau sejenis kayu panjang yang secara umum digunakan untuk menumbuk padi. Alu yang digunakan berukuran panjang 4-5 meter.

Kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan dan biasanya jenis kayu
surian dan kayu bayua. Kayu ini dinilai tahan apabila dipukulkan pada batu nantinya.

Batu pipih, batu berukuran tipis dengan permukaan datar dan licin. Warga Padang Laweh sendiri menyebutnya dengan batu nan alah mati.

Baca Juga :  Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Kemudian ada Lasuang atau lesung, yaitu batu berbentuk lingkaran serta berlobang pada bagian tengahnya. Biasanya digunakan untuk menumbuk padi secara tradisional.

Dalam penampilannya, biasanya pemain alu katentong akan memasukan sedikit padi kedalam lasuang.

Kemudian Lantak, yaitu ranting pohon yang ditancapkan atau ditanam ke dalam tanah, dan biasanya ditanam antara batu pipih.

Bundo kanduang pemain Alu Katentong rata-rata orang sudah berumah tangga. Bundo kanduang menggunakan tikuluak, baju kuruang sulam ameh, salempang serta basaruang kodek.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Uniknya, memainkan Alu Katentong mesti dalam jumlah bilangan ganjil seperti 5, 7, 9, 11, dan 13 orang. Adapun lagu yang didendangkan seperti lagu Talipuak Layua, lagu Alang Babega, dan lagu Balalu.

“di samping sebagai hiburan, pada upacara perhelatan perkawinan dahulunya itu biasanya dimainkan pada pagi hari. Ini menandakan adanya pesta dan media informasi untuk mayasarakat kampung saya,” tutup Nasrul Chaniago, Tokoh Muda Nagari Padang Laweh. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang
Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu
Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih Masyarakat Simpati Pasaman
Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta
Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian
Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban
Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat
Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:35 WIB

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:13 WIB

Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:27 WIB

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34 WIB

Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban

Berita Terbaru