Tanah Datar, Prokabar- Alu Katentong, merupakan sebuah kesenian khas yang berasal dari Nagari Padang Laweh, Kabupaten Tanah Datar. Kesenian tradisional ini biasanya ditampilkan setiap kegiatan prosesi adat dan pesta perkawinan.
Rosmaini, bundo kanduang Nagari Padang Laweh saat pameran permainan anak nagari di Istano Salinduang Bulan menyampaikan, kesenian Alu Katentong sudah ada semenjak zaman batu, dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
” ini terlihat dari penggunaan peralatan berupa kayu dan batu, serta bukan besi, logam dan sejenisnya. Pada mulanya hanya menggunakan alu penumbuk padi di lesung batu,” katanya, minggu (13/11).
Peralatan yang digunakan dalam penampilan kesenian Alu Katentong diantaranya Alu atau sejenis kayu panjang yang secara umum digunakan untuk menumbuk padi. Alu yang digunakan berukuran panjang 4-5 meter.
Kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan dan biasanya jenis kayu
surian dan kayu bayua. Kayu ini dinilai tahan apabila dipukulkan pada batu nantinya.
Batu pipih, batu berukuran tipis dengan permukaan datar dan licin. Warga Padang Laweh sendiri menyebutnya dengan batu nan alah mati.
Kemudian ada Lasuang atau lesung, yaitu batu berbentuk lingkaran serta berlobang pada bagian tengahnya. Biasanya digunakan untuk menumbuk padi secara tradisional.
Dalam penampilannya, biasanya pemain alu katentong akan memasukan sedikit padi kedalam lasuang.
Kemudian Lantak, yaitu ranting pohon yang ditancapkan atau ditanam ke dalam tanah, dan biasanya ditanam antara batu pipih.
Bundo kanduang pemain Alu Katentong rata-rata orang sudah berumah tangga. Bundo kanduang menggunakan tikuluak, baju kuruang sulam ameh, salempang serta basaruang kodek.
Uniknya, memainkan Alu Katentong mesti dalam jumlah bilangan ganjil seperti 5, 7, 9, 11, dan 13 orang. Adapun lagu yang didendangkan seperti lagu Talipuak Layua, lagu Alang Babega, dan lagu Balalu.
“di samping sebagai hiburan, pada upacara perhelatan perkawinan dahulunya itu biasanya dimainkan pada pagi hari. Ini menandakan adanya pesta dan media informasi untuk mayasarakat kampung saya,” tutup Nasrul Chaniago, Tokoh Muda Nagari Padang Laweh. (eym)
















