Tanah Datar, Prokabar- Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tanah Datar menyimpulkan jika terhadap ajaran yang telah dinyatakan keliru dan menyimpang itu dinamai dengan aliran bab kesucian. Dalam perkembangannya aliran bab kesucian ini berasal dari ajaran sebuah yayasan yang berada di negara Malaysia.
Data penelitian yang didapatkan prokabar.com, penelitian tim peneliti MUI Tanah datar dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2021 lalu dengan beranggotakan 7 orang.
Dalam data penelitian itu, terdapat beberapa orang tokoh dan guru bab kesucian di Sumatera Barat, dimana tokoh pertama berinisial HMAA biasa dipanggil dengan romo guru. Kemudian, inisial S, yang merupakan seorang guru pesantren di Panyalaian kecamatan X Koto Tanah Datar, dan berasal dari payakumbuh.
Inisial U, disebut dengan khalifah juga diketahui sebagai warga X Koto dan sebagai orang pertama yang membawa ajaran tersebut di sekitaran tempat ia tinggal.
Selain laki laki, dalam hasil penelitian itu juga ditemukan dua orang wanita yang dianggap sebagai guru dan tokoh, diantaranya inisial S dan AD. Keduanya juga merupakan warga X Koto.
Sedangkan untuk kedudukan dan pengajian aliran bab kesucian di Sumatera Barat terdapat di beberapa daerah seperti kota padang, Payakumbuh, dan Tanah Datar.
Pengajian di kota Padang dilakukan oleh S sendiri dan pada februari 2021 lalu sempat menghadirkan HMAA atau romo guru dengan diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Sedangkan pengajian di Payakumbuh, diikuti oleh jemaah dari X Koto dengan guru pembimbing S sendiri. Dalam hal ini, pengikut dan S bersama sama ke Payakumbuh untuk melalukan pengajian.
Sementara di Kabupaten Tanah Datar, pengajian dilakukan di Lintau Buo Utara dan dilansungkan disalah satu kediaman pengikut aliran bab kesucian. Di Lintau Buo Utara, pengajian ini dilakukan ketika S berkunjung ke daerah itu untuk mengobati pasiennya. Untuk pengajian, dilakukan pada malam harinya.
Sosok S oleh jamaahnya dikenal sebagai “orang pintar” yang bisa mengobati orang. Hal ini pun didapati berdasarkan wawancara tim peneliti dengan pengikut ajaran.
Dari data penelitian itu disebutkan juga, jika jumlah pengikut di kabupaten Tanah Datar, khusus di kecamatan X Koto sebanyak 53 orang, dan Lintau Buo Utara sebanyak 7 orang. (eym)
















