Padang, Prokabar – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat mengadakan aksi memperingati 5 tahun kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla dan menyambut pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan tema ‘Rapor Merah Jokowi’ di simpang tugu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Jln Khatib Sulaiman nomor 87 Padang, Senin (21/10). Aksi yang dijdwalkan mulai pukul 13.00 Wib molor selama satu jam dan baru dimulai pukul 14.00 Wib.
Koordinator lapangan Ismail mengatakan aksi ini merupakan bentuk kritik kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla selama pemerintahan periode 2014-2019. “Dalam aksi ini kami yang tergabung dalam aliansi BEM Sumbar menyampaikan rapor merah Jokowi selama memerintah dari tahun 2014-2019. Dalam hal ini ada sembilan nilai Jokowi yang menjadi sorotan bagi kami,” katanya seusai aksi.
Sembilan hal itu terkait Perppu KPK, mengusut tuntas mahasiswa yang menjadi korban saat aksi pada pertengahan September lalu, penyelesaian masalah Papua dengan membentuk tim pencari fakta, masalah BPJS, BBM, Nawacita, impor, hutang dan listrik. “Kita menilai sembilan pokok itu menjadi lapor merah Jokowi selama memimpin dalam lima tahun. Sehingga kita meminta Presiden Joko Widodo yang juga baru dilantik dalam sehari bisa menuntaskan ini secara cepat dan dalam kepemimpinan lima tahun yang akan datang,” jelasnya.
Menurutnya dalam aksi yang dilakukan hari ini merupakan aksi kreativitas dan aksi pencerdasan yang bertepatan dengan lima tahun pemerintahan Joko Widodo. “Lima tahun perjalanan kepemimpinan Jokowi merupakan perjalanan buruk dan semua nilai yang dilakukan oleh Presiden Jokowi bernilai merah. Kami mahasiswa menyatakan nilai hukum, infrastruktur, ekonomi, dan semuanya buruk,” jelasnya.
Dalam aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam itu dihadiri oleh kurang lebih 50 mahasiswa dari enam universitas, yakni Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, STKIP Adzkia, STIE AKBP, dan Politeknik Negeri Padang. Selama aksi mereka juga meneriakkan yel-yel ‘hidup mahasiwa, hidup rakyat Indonesia, hidup wanita Indonesia’.
Selain itu, aksi itu juga menampilkan pembacaan puisi yang menyindir pemerintahan. Dalam aksinya, Polresta Padang, mengerahkan 500 personil yang juga dilengkapi dengan watercanon yang di parkir di halaman gedung DPRD Sumbar. Selama aksi, lalu lintas di simpang tugu DPRD sempat mengalami macet dari arah S.Parman dan Khatib Sulaiman.(*/mbb)
















