Padang Pariaman, Prokabar — Pemerintah memiliki tugas untuk memberdayakan rakyatnya menjadi masyarakat gemar bergotong royong. Dari peran serta tersebut meningkatkan percepatan pembangunan hingga mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni saat mengikuti rapat koordinasi Wali Nagari dan Wali Korong dari dua kecamatan atau V Koto Lamo, di gedung pertemuan SUPM, Akhir pekan lalu.
Menurutnya, rakor Wali Nagari dan Wali Korong dua kecamatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur salah satu terobosan yang sangat baik mensinergikan peningkatan mutu pembangunan dan SDM masyarakat nantinya. Perencanaan program terpadu, lintas kecamatan dan nagari di dua daerah yang sangat memiliki keterikantan hubungan lintas geografis dan kemasyarakatan.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Rakor ini baru pertama kali diadakan dan temanya pun sangat tepat. Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Keuangan Dana Nagari,” Kata Ali Mukhni.
Bupati Padang Pariaman itu juga mengingatkan Wali Nagari dan Wali Korong untuk menjalankan amanah dengan baik. “Jika amanah dijalankan dengan baik, Insya Allah setiap langkah dan upaya kita mensejahterakan masyarakat dilindungi dan ditunjuki Allah,” tutur putra daerah V Koto Kampung Dalam itu.
Dalam usaha mensejahterakan masyarakat dan membangun Nagari, harus dimulai dengan gerakan semangat bergotong royong. Membangun nagari atau daerah harus ada peran serta seluruh lapisan masyarakat, termasuk semangat bergotong royong dan bekerja sama. “Jika setiap minggu masyarakat dan perangkat nagari melakukan goro, Insya Allah Nagari kita menjadi bersih, rapi dan semarak,” ajak Ali Mukhni.
Susilo Bambang Yudoyono, mantan presiden RI pernah mengatakan, gotong royong merupakan budaya nasional. “Kalau saya mengatakan goro itu adalah budaya asli masyarakat Padang Pariaman. Buktinya, perantau Padang Pariaman yang berada jauh dari kampung halaman saja tetap kuat menjalin persatuannya melalui Organisasi PKDP,” terangnya.
Mereka diperantauan sana, lanjut Ali Mukhni saling membantu alek pernikahan anggota keluarganya. Perantau yang kekurangan biaya, akan dibantu sehingga pelaksanaan tradisi Minang tetap berlangsung. Begitu juga membangun sarana ibadah, masyarakat selalu goro.
Ia juga merencanakan kegiatan goro serentak se Padang Pariaman. Kegiatan ini nantinya akan dimasukkan dalam agenda Museum Rekor Indonesia (MURI).
Terkait dengan pengelolan dan penggunaan dana nagari, Bupati mengatakan tidak ingin satu pun wali Nagari di Padang Pariaman yang berurusan dengan penegak hukum. “Mungkin saya yang pertama kali mengadakan MOU dengan penegak hukum untuk mengawasi dana nagari,” katanya tegas.
Untuk itu kepada Wali Nagari tolong hati-hati menggunakan dana nagari. Kalau ada keraguan segera lakukan konsultasi dengan camat, DPMD, Inspektorat atau Sekda, lanjutnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD), Erman menjelaskan tujuan diadakannya rapat koordinasi sebagai upaya percepatan sekaligus evaluasi program kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan dana nagari. Harapannya nanti, program pemberdayaan lebih diperbanyak dibanding kegiatan fisik. Sehingga pengelolaan Keuangan dana nagari sesuai aturan yang berlaku. (rud)
















