Daerah

Aktivis Lingkungan Temukan Enam Kilo Paku di Batang Pohon Pelindung

Dibaca : 591

Padang, Prokabar — Aktivis lingkungan bersama Himpunan Mahasiswa STTIND Padang menemukan enam kilo paku saat menggelar aksi cabut paku di pohon, Senin (7/1). 

“Dalam satu pohon itu bisa sampai 60 paku yang kami keluarkan. Saya rasa paku ini sudah bertahun-tahun tertancap,”sebut Aktivis lingkungan, Pati Hariyose. 

Aksi tersebut dilakukan kepada tiap tiap batang pohon, mengelilingi Kantor DPRD Sumbar meliputi, star Jl S Parman, Jhoni Anwar, kawasan Ulak Karang, Kota Padang. Yose menyebutkan, panjang paku sampai 12 cm dan sudah berkarat. Malahan ada paku yang susah dicabut, karena sudah menyatu sama kulit pohon. “Bahkan satu pohon memakan waktu empat puluh menit,” tambahnya. 

Latar belakang gerakan anti paku dipohon ini, berawal dari diskusinya bersama sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang.

“Saya berpikir kalau pohon di kawasan Kota Padang, sudah dipenuhi berbagai macam iklan dan poster. Memaku pohon kelihatannya sepele tapi bisa membuat pohon jadi mati, jika pohon itu mati, lalu roboh, dihimpitnya orang,” bebernya. 

Ia  menyayangkan,  tak ada satupun baliho atau spanduk yang melarang untuk jangan memasang iklan di pohon. “Katanya sudah ada peraturan daerah, tapi tak terealisasi. Palang imbauan tak ada. Harusnya pakai palang yang menyatakan larangan tak boleh memaku pohon atau pasang iklan, apalagi foto caleg,” ujarnya. 

Aksi tersebut terus berkelanjutan dan bukan hanya dilakukan oleh kelompok atau organisasinya saja, namun imbauan kepada perguruan tinggi yang ada di Kota Padang untuk mencabut paku di pohon,“Minimal mereka mencabut paku di sekitar lingkungan mereka,” tuturnya.

Yose juga berharap kepada Pemko Padang, untuk turun tangan atau mewadahi aksi itu agar Kota Padang bersih dari spanduk yang ditancapkan di pohon. Dalam aksi itu, mereka hanya menggunakan alat seadanya seperti kayu dan linggis. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top