Padang, Prokabar – Ratusan masyarakat Sumatera Barat yang menyebut diri mereka Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi berunjuk rasa di perkarangan Monumen Korban Gempa 2019, Jalan Gereja, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Rabu, 9 April 2018. Aksi mereka bertujuan untuk mengingat satu tahun kasus Novel Baswedan.
Perwakilan Masyarakat Sipil Sumbar Anti Korupsi, Hendriko Arizal menyatakan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, merupakan ancaman serius terhadap upaya pemberantasan korupsi di indonesia.
“Pemerintah harus bersikap tegas dalam mengusut serta mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut,” uangkap Hendriko pada prokabar.com.
Penyerangan terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017 tersebut diduga berkaitan dengan kasus korupsi e-KTP yang tengah diusut KPK. Teror terhadap Novel merupakan ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi.
“Orang atau kelompok yang melakukan terror terhadap novel ini tentu memiliki tujuan agar proses hukum terhadap kasus yang sedang ditangani KPK terhenti. Namun, Presiden dan kapolri seolah tidak peduli terhadap kasus ini,” papar Hendriko.
Kasus novel ini, setidaknya membuktikan bahwa negara telah gagal dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapa pun yang bekerja untuk melawan korupsi di Indonesia.

“Sampai kapan Presiden akan membiarkan kasus ini? Apa harus menunggu Kepolisian angkat tangan dulu, baru Presiden akan bertindak? Novel Baswedan butuh KEADILAN,” masyarakat meminta Presiden Jokowi untuk segera membentuk TGPF,” tutup Hendriko.(alr)
















