Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Aksi Nyata Ramal Saleh, Gebu Pala Sampai ke Sijunjung

Dibaca : 701

Padang, Prokabar – Gerakan Penanaman Seribu Hektar Pala (Gebu Pala) bersama masyarakat, kini merambah ke Kabupaten Sijunjung. Ketua Umum Kadin Sumbar H. Ramal Saleh (RS) yang menjadi inisiator Gebu Pala, membagikan bibit pala dan menanam langsung tanaman bernilai tinggi itu bersama tokoh-tokoh masyarakat di lima titik di wilayah Kabupaten Sijunjung.

Kegiatan penanaman itu dilakukan sejak Selasa hingga Rabu (9/1) kemarin.

Di Bukit Gombak, Kecamatan Koto VII, ratusan masyarakat berebut bibit pala, masing-masing mendapat dua hingga tiga batang pala. Mereka akan menanam di sekitar rumah.

Sebagai percontohan dan simbolis, Ramal Saleh yang didampingi Dafar, Anggota Kontak Tani Andalan Kabupaten Sijunjung, langsung menanam beberapa batang bibit pala di depan mushalla yang disaksikan masyarakat.

Dalam penanaman perdana pala di Calau, Nagari Sumpur Kudus, masyarakat juga antusias. Di kampung Buya Syafii Maarif ini, masyarakat berkumpul menunggu kedatangan Ramal Saleh meski hari sudah berebut senja. Mereka sangat berharap dengan bibit pala dan berdialog mengenai perbaikan ekonomi masyarakat. Apalagi, karet yang merupakan mata pencaharian masyarakat harganya sedang merosot.

Ketua Kadin Sumbar H. Ramal Saleh melakukan penanaman pala di Sijunjung, Rabu (9/1) dalam rangkaian Gerakan Penanaman Seribu Hektar Pala atau Gebu Pala.

Ketua Kadin Sumbar H. Ramal Saleh melakukan penanaman pala di Sijunjung, Rabu (9/1) dalam rangkaian Gerakan Penanaman Seribu Hektar Pala atau Gebu Pala.

“Saya merasa sangat terharu berada di Sumpur Kudus ini, nagari yang telah melahirkan banyak intelektual. Mari kita gelorakan Gebu Pala untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ramal Saleh, didampingi tokoh masyarakat Sumpur Kudus, Rafdinal, yang juga saudara dari Buya Syafii Maarif.

Menurut Ramal Saleh, tanaman pala sangat cocok dengan karakter masyarakat kita, dimana pala relatif tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya beberapa kali pemupukan. Pala bisa berbuah sepanjang tahun dan harga pasarnya stabil serta bernilai tinggi.

“Saya mendorong nagari memiliki lahan percontohan tanaman pala, karena itu saya sediakan bibit untuk nagari-nagari yang cocok ditanami pala,” kata Ramal Saleh.

Dalam analisa ekonomi sederhana, jika satu keluarga menanam 25 batang pohon pala di sekitar rumahnya, akan menghasilkan 75 kilogram buah pala setiap bulan. Karena rata-rata satu pohon menghasilkan 3-5 kilogram setiap bulan. Dengan harga normal Rp40 ribu per kilogram pala maka satu keluarga dengan 25 batang pala akan mendapat tambahan penghasilan rata-rata Rp3 juta setiap bulannya.

Lima titik penaman Gebu Pala di Kabupaten Sijunjung adalah di Bukit Gombak, Bukit Bual, Bukit Gadang, Tanjung Ampalu dan Nagari Sumpur Kudus. Nantinya Gebu Pala ini akan diteruskan, ditargetkan setidaknya dilakukan di 20 nagari.

“Saya ingin segerakan Gebu Pala ini di daerah yang cocok dengan tanaman pala, seperti Sijunjung, Padang Pariaman, Pessel, Agam dan Pasaman. Gebu Pala ini aksi nyata, bukan janji,” ujar Ramal Saleh.(*/mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top