Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Akselerasi Pemulihan Pembanguan Industri Jadi Target Utama IBIMA

Dibaca : 167

Bogor, Prokabar – Lini industri jadi satu diantara banyak kepentingan yang sedang dibenahi pemerintah di masa pandemi covid-19.

Sebagai lembaga center dan korporasi di bidang konsultasi bisnis dan industri, Industry and Business Institute of Management (IBIMA)/ PT Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia ambil bagian dalam mengakselerasi pemulihan pembangunan ekonomi yang sedang mengalami penurunan.

“IBIMA adalah sebuah lembaga center dan korporasi di bidang konsultasi bisnis dan industri dalam perspektif pembangunan holistik yang terpadu, terintegrasi dan melibatkan pentahelix ABGCFM (Academics, Business, Government, Community, Federation, Media (ABGCFM),” jelas Made Dana Tangkas di acara Webinar Grand Launching IBIMA.

Sebagai pembicara utama, Made memaparkan tentang Total Program IBIMA. Yakni, Overview Perekonomian Nasional dan Global saat ini serta implementasi dan history Lean Enterprise IBIMA dalam mensupport Industri dan ekonomi nasional.

“IBIMA optimistis dapat berkiprah dalam upaya mentrigger pembangunan ekonomi bangsa saat ini khususnya bagi sektor ekonomi dan sosial yang terdampak krisis,” kata Made.

Dijelaskannya IBIMA memiliki tiga DNA utana yaitu, pertama adalah kompetensi atau praktik bisnis Industri melalui Lean Enterprise. Kedua yaitu budaya dan motivasi bisnis melalui transformasi mindset, character, dan attitude. Serta DNA ketiga yaitu Leadership (Sistem Industri dan Kepemimpinan).

“Ada pun objektif IBIMA Building the Best Industry and Business Way to be the Best World Class Company (Lean Enterprise and Best Operational Exellence Company),” ujarnya.

Kini, kata Made, saat krisis melanda, IBIMA berperan membantu memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk. Di mana kondisinya saat ini hanya sustain 40-50% industry, baik dari Industri kecil menengah (IKM), usaha kecil menengah (UKM), mau pun industri hulu dan hilir

“Untuk mengangkat industri ini melalui efisiensi atau cost reduction dan rasionalisasi dengan memerhatikan aspek demand, pasar dan daya beli masyarakat. Ini merupakan salah satu peran dan solusi dari IBIMA dalam menghidupkan kembali roda perekonomian bangsa melalui lean enterprise untuk Indonesia,” tambah Made.

Program IBIMA telah terbukti berhasil dalam membangun, meningkatkan performansi bisnis dan industry. Sehingga bila diterapkan dalam konteks nasional akan mampu membawa perubahan makro yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.

“Di Indonesia belum ada lembaga center yang berperan secara integratif dalam pembangunan bisnis dan industri,” kata dia.

Sehingga IBIMA hadir dan menjadi aggregator serta think tank pembangunan bisnis dan industri nasional secara terpadu, dengan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) profesional dari Indonesia sendiri, melalui peningkatan competitiveness dan excellences di operational dan technical competencies.

“Bukan hanya sekedar teori untuk dapat mengelola sumber daya (natural dan human resources) di negeri sendiri untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata dia.

Sebagai Lean Enterprise Center. Yakni Gerakan Lean untuk Membangun Industri Nasional melalui Pengembangan Pilot Project Industri Unggulan dan Sejahtera, Desa Inovasi Indonesia Sejahtera.

“IBIMA dipelopori saya selaku founder dan disupport founder lainnya yakni, Theodore Permadi Rachmat dan Ary Ginanjar Agustian. IBIMA mampu berkolaborasi dengan pentahelix ABGCFM, untuk membantu recovery, sustainability dan pengembangan bisnis dan industri secara terpadu dan terintegrasi untuk bangsa yang berdikari dan sejahtera,” pungkas Made Dana Tangkas. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top