Akibat Musim Kemarau dan Angin Kencang, Sehektar Kebun Ludes Terbakar di Pasaman

Penulis -

Senin, 2 Maret 2020 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Musim kemarau sedang melanda Pasaman. Tak terhindarkan, kebakaran lahan ikut terjadi. Sekitar satu hektar lahan masyarakat mengalami kebakaran di pinggir jalan arah Air Abu, Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol.

Kapolsek Bonjol, Iptu Roni mengatakan, belum diketahui penyebab kebakaran lahan milik Bujang (60), warga setempat itu. Diduga kuat, percikan api tidak sengaja muncul di lahan itu yang kemudian merambat dengan cepat karena faktor kemarau dan angin kencang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Saat terjadi kebakaran, ada warga yang melapor. Kamipun langsung berkoordinasi dengan TNI dan pihak BPBD. Alhamdulilla, api berhasil dipadamkan,” kata Roni, usai kejadian naas tersebut, Senin (2/3).

Lebi lanjut, Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati ditengah cuaca ektrim dan angin kencang ini. “Tadi malam juga kami mendapat laporan dari anggota ada petani didaerah Taluak Ambun, Kecamatan Lubuk Sikaping membakar lahan kebunnya hingga sampe malam baru bisa dipadamkan. Hal ini sebenarnya tidak bisa juga kita batasi dalam hal aktifitas pertanian. Namun kami tetap meminta masyarakat tidak membakar lahan pertanian untuk sementara hingga cuaca ini stabil,” kata Ricky.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Hal tersebut dilakukan kata dia untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara luas. “Kejadian kebakaran di Bonjil ini beruntung di pinggir jalan. Kalau sampai nanti di tengah hutan terjadi, tentu akan menyulitkan petugas dalam pemadaman. Kemudian jelas berdampak pada perusakan ekosistem hutan dan memunculkan kabut asap yang mengganggu pernapasan,” tukas Ricky. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB