Akibat Kemarau, Ratusan Hektar Sawah di Tanjung Ameh Tanah Datar Kekeringan

Penulis -

Jumat, 23 Agustus 2019 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batusangkar, Prokabar – Ratusan hektare sawah milik petani di Jorong Sungai Salak, Kecamatan Tanjung Ameh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengalami kekeringan setelah lebih dari sebulan hujan tidak turun di daerah itu.

“Sawah di Jorong Sungai Salak sebagian besar merupakan lahan tadah hujan. Warga hanya mengharapkan air hujan bila hendak ke sawah, kalau musim panas seperti ini terpaksa dibiarkan saja hingga musim hujan tiba,” kata warga setempat, Malin Sirah (45) di Batusangkar, Jumat.

Baca Juga :  Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Akibat kondisi ini sekitar 150 hektare lahan pertanian di daerah itu terpaksa dibiarkan liat atau menganggur.

Bahkan ada juga lahan warga yang terpaksa dibiarkan keras selama setahun, karena petani tidak mungkin memaksakan bertanam padi kalau tidak memungkinkan terjangkau air.

“Saat musim panas ini karena ke sawah tidak memungkinkan, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan mengambil getah karet,” katanya.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sementara Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Ameh Bakhtiar membenarkan 150 hektare lahan pertanian di Jorong Sungai Salak kekeringan sehingga berdampak kepada ekonomi warga setempat.

“Hujan yang tak kunjung turun terpaksa lahan warga menganggur akibat tidak mendapatkan pasokan air yang memadai,” katanya.

Untuk mengalirkan air ke sawah warga sebelumnya telah dilakukan upaya peninjauan lokasi oleh pemerintah daerah untuk membuatkan saluran irigasi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

“Namun upaya itu sepertinya tidak berhasil, karena dari hitungan mereka membutuhkan biaya yang cukup banyak,” kata Bakhtiar.

Ia mengatakan lahan pertanian masih dibiarkan menganggur disebabkan para petani khawatir jika mereka memaksakan menanam justru akan gagal panen, karena air tidak mencukupi sehingga lahan dibiarkan menganggur untuk mengantisipasi kerugian. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB