Akibat Asap Karhutla Ratusan Masyarakat Riau Terkena ISPA

Penulis -

Jumat, 8 Maret 2019 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau, Prokabar — Musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau selama bulan Febuari 2019 lalu, mengakibatkan masyarakat terjangkit berbagai penyakit yang disebabkan oleh kabut asap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, Alwizar mengungkapkan, data-data penyakit tersebut berdasarkan updating laporan setiap hari dari UPT Puskesmas Batu Panjang dan UPT Puskesmas Teluk Lecah Kecamatan Rupat.

“Selanjutnya data yang diterima langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau,” kata Alwizar Kamis (7/3) kemarin.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurutnya, untuk menangani warga penderita penyakit kabut asap, Dinkes Bengkalis mengambil langkah cepat dengan cara mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) dan surveilans aktif.

Hal itu penting, sebagai upaya penyembuhan kepada penderita dengan melakukan care seeking sesegera mungkin.

“Warga masyarakat yang menderita penyakit-penyakit tersebut telah dilakukan care seeking sesuai SOP yang berlaku oleh puskesmas yang ada,” tegas Alwizar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, hingga Rabu (6/3), sebanyak 221 kasus penyakit. Secara rinci jenis penyakit meliputi, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) atau Influeza Like Ilness (ILI) sebanyak 184 kasus.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kemudian, penyakit asma 5 kasus, penyakit konjungtivitis 6 kasus dan penyakit dermatitis 12 kasus.

Dari 184 kasus ISPA atau ILI, sebanyak 42,49 persen terjadi pada kelompok umur 20-44 tahun. Kemudian 27,80 persen terjadi pada anak-anak kelompok umur 5-9 tahun. Sebanyak 24,70 persen terjadi pada balita dengan kelompok umur 1-4 tahun. Terakhir 7,90 persen terjadi pada bayi umur di bawah 1 tahun.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Letak geografis Pulau Rupat yang berada di Pesisir Timur Pulau Sumatera dan berada di Selat Malaka sangat dipengaruhi oleh musim. Pada saat awal terjadinya kebakaran pada 25 Februari memasuki musim angin Utara. Yaitu angin berhembus sangat kencang dari arah Selat Malaka menuju continental Pulau Sumatera, akibatnya asap dari karhutla di Pulau Rupat tertahan di wilayah Dumai dan sekitarnya

“Bisa jadi faktor ini yang menyebabkan angka penderita ISPA dan penyakit lainnya akibat asap karhutla,” ujar Alwizar. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB