Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Akhiri PSBB, Pemkab Pessel Ajukan New Normal

Dibaca : 210

Pesisir Selatan, Prokabar — Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengajak seluruh masyarakat di daerah itu untuk terus meningkatkan kedisiplinan, serta mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19, Kamis (28/5).

Demikian pernyataan  itu disampaikanya sekaitan dengan usulan daerah itu kepada Gubernur Sumbar, untuk tidak lagi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 pada 1 Juni 2020 mendatang, dan beralih status menjadi Era New Normal Life.

“Beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita mengusulkan agar PSBB tidak lagi diperpanjang, bukan saja kerena tidak terjadinya penambahan pasien positif Covid-19 secara signifikan, tapi juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak,” katanya dilansir dari MC Pessel.

Nasrul Abit Indra Catri

Selain itu, dia juga menjelaskan, pengusulan New Normal itu didasari pula karena cukup memenuhinya beberapa persyaratan.

“Diantaranya karena daerah ini terbukti mampu mengendalikan transmisi Covid-19, serta kesehatan masyarakat dan kapasitas sistem kesehatan mampu mengindentifikasi, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina,” lanjutnya.

Agar upaya pemerintah dalam memulihkan situasi supaya kembali normal sebagaimana sebelum pandemi virus korona Covid-19 bisa tercapai maksimal, maka dia menegaskan kepada masyarakat agar tetap disipilin, dan mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Tentunya dengan tetap membiasakan diri memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,” katanya.

Dirinya menyampaikan bahwa sudah saatnya masyarakat membiasakan diri bergaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Karena melalui gaya hidup sehat itu, kualitas kesehatan masyarakat akan semakin meningkat di masa datang.

“Melalui cobaan pandemi Covid-19 ini, saya berharap akan muncul budaya baru bagi masyarakat Pessel dalam meningkatkan kualitas kesehatannya dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Pihaknya menjelaskan, saat ini, di daerah itu protokol kesehatan penanganan Covid-19 dapat berjalan dengan baik. Termasuk juga tindakan terhadap warga yang diduga kontak erat dengan kasus positif.

“Saya katakan demikian, sebab semua warga yang diduga kontak dengan kasus positif Covid-19, selalu dikarantina dan diambil sampel swabnya. Termasuk juga terhadap 11 orang warga Kapuah, Kecamatan Koto XI Tarusan, yang diduga ada kontak langsung dengan pasien ke-18 yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini,” urainya.

Ditambahkannya, melalui penerapan New Normal itu nanti, pihaknya akan memberlakukan konsep sistem kerja, penyambutan tamu, dan pelayanan publik lainya mengacu kepada protokoler Covid-19.

“Untuk anak sekolah, diwajibkan membawa makanan dari rumah atau tidak jajan di sekolah, serta juga memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak,” imbuhnya.

Terkait berapa jumlah aparat yang akan diterjunkan selama pemberlakukan New Normal di daerah itu, secara resmi belum ada pemberitahuanya.

“Namun nantinya akan kita sesuaikan dengan kebutuhan, dan akan mengacu kepada protokoler Covid-19 selama New Normal. Secara resmi konsep sistem kerja New Normal ini akan kita sampaikan Kamis (28/5)  melalui video conference dengan Gubernur Sumbar,”jesnya dengan didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top