Akankah Ukiran Pandai Sikek Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman?

Penulis -

Rabu, 26 Februari 2020 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Nagari Pandai Sikek adalah salah satu wilayah penghasil kerajinan ukir di Tanah Datar, Sumatera Barat. Hasil karya seni ukir dari tangan pengrajin ukiran Nagari Pandai Sikek saat ini tidak hanya dikenal ditingkat lokal dan domestik, bahkan hasil kerajinan mereka juga sudah sampai ke mancanegara.

Sejak dahulu, pandai sikek memang telah mashur sebagai pusat kerajinan tenun dan ukiran Minangkabau. Hal ini tak lain karena pengrajin ukiran di Nagari itu sangat handal dan terampil serta mampu memperlihatkan bagaimana teknik tingkat tinggi dan rumit disetiap ukiran yang mereka kerjakan sehingga memiliki nilai seni yang tinggi.

Sanggar ukiran Chan Umar salah satunya. Sanggar ini merupakan salah satu usaha kerajinan ukiran kayu tradisional yang terdapat di Pandai Sikek.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berbagai jenis ukiran kayu dapat ditemukan disanggar itu. Termasuk ukiran yang dipadukan dengan aneka perabot lain seperti tempat tidur, kursi, lemari, bahkan hiasan ukiran yang sering kita jumpai di bangunan-bangunan kantor pemerintahan di Sumatera Barat.

Sanggar ukiran Chan Umar Pandai Sikek, menjadi satu dari sedikit warisan budaya asli Minangkabau yang masih bertahan sampai saat ini. Keanggunan filosofi minangkabau yang dipahatkan pada kayu-kayu surian, selalu menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi sanggar ukiran Chan Umar.

“Pesanan-pesanan seperti interior, kotak-kotak penyimpanan dan souvenir bermotif ukiran minang sangat digemari masyarakat internasional,” ungkap Husnil, salah seorang pengrajin seni ukir itu.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Hasnil, menyampaikan jika motif yang dipahatkan pada kayu kayu tersebut memiliki nama dan makna tersendiri. Sesuai dengan karakteristik adat istiadat di Minangkabau.

“Nama motifnya sangat banyak ragamnya, ada kaluak paku, itiak pulang patang, sikambang manih, aka cino dan lain lain,” ungkapnya.

Husnil juga menyayangkan, kecintaan generasi muda terhadap seni ukir minangkabau merosot seiring dengan perkembangan zaman. Jika dulu banyak ditemukan pengukir di daerah pandai sikek, akan tetapi kondisi saat ini jumlahnya malah jauh berkurang, dan hanya tinggal beberapa orang saja yang masih aktif.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Faktor regenerasi juga menjadi penyebab banyak hilangnya sanggar-sanggar ukir khas minang ini. Banyak generasi muda yang merantau keluar dari nagari juga menyumbang sudah tidak adanya lagi minat pada seni ukir,” sambungnya.

Pertimbangan ekonomis juga menjadi alasan utama tidak diminatinya seni ukiran saat ini. Lamanya waktu pengerjaan, dinilai relatif tidak seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Padahal, keterampilan mengukir bagi warga Pandai Sikek diwariskan secara turun temurun.

Kepedulian terhadap pekerja seni ukir saat ini sangatlah diperlukan. Hal ini bertujuan agar eksistensi seni ukiran khas minangkabau, khususnya di Nagari Pandai Sikek tetap bertahan ditengah tengah era globalisasi sekarang ini. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB