Ajak Masyarakat Dukung Film Nasional, Ruben Onsu Kenalkan Gerakan Produser 10.000

Penulis -

Senin, 28 Oktober 2019 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Gerakan Produser 10.000 dikenalkan presenter yang juga pengusaha sukses Ruben Onsu. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi produser untuk film nasional dengan membayar Rp 10 ribu dengan sistem referral-marketing.

Film nasional pertama yang akan berkolaborasi dengan gerakan Produser 10,000 adalah film ‘Bus Om Bebek’ yang diproduseri sekaligus diperankan oleh Ruben Onsu.

”Yang dimaksud dengan referral-marketing di Gerakan produser 10.000 ini adalah kita mengajak masyarakat untuk mengajak temannya, tetangga, saudara, pacar, orang tua, siapapun itu untuk nonton film nasional. Kalau mereka berhasil, akan dapat komisi sepuluh ribu rupiah per orang yang berhasil mereka ajak nonton ke bioskop” terang Ruben Onsu pada acara konferensi pers Produser 10.000 di Jakarta, Senin (28/10).

Program Gerakan Produser 10.000 ajak masyarakat dukung film nasional
Program Gerakan Produser 10.000 ajak masyarakat dukung film nasional

Gerakan Produser 10.000 ini di inisiasi oleh sutradara film Aditya Gumay, berkolaborasi dengan startup Ketix serta penulis buku Dewa Eka Prayoga. Kedepannya, akan ada tujuh film nasional yang akan berkolaborasi dengan gerakan Produser 10.000.

Selain dapat keuntungan finansial, masyarakat yang ikut sebagai anggota gerakan ini bisa ikut memproduseri film dengan cara mengajukan naskah film atau memilih jalan cerita film yang sudah disiapkan oleh sutradara dan penulis naskah.

”Sekarang sudah saatnya masyarakat bisa punya kontribusi Iebih ke perfilman nasional, setelah sekian lama cuma diposisikan sebagai konsumen. Lewat gerakan Produser 10,000 masyarakat bisa menentukan alur cerita film yang sudah kami siapkan,” kata Aditya Gumay, sutradara fi|m kreator ‘Lenong Bocah’.

Cara mengikuti gerakan Produser 10.000, masyarakat cukup mendaftar Iewat aplikasi Ketix dan membayar biaya keanggotaan sebesar Rp 10 ribu saja. Selain keuntungan finansial anggota Produser 10,000 juga akan mendapat pelatihan online seni peran dan entertainment bersama Aditya Gumay.

Masyarakat yang sudah terdaftar jadi anggota Produser 10.000 akan bisa me-redeem tiket orang lain yang mereka berhasil ajak menonton, mengajukan naskah cerita dan memberikan masukan jalan cerita dari dalam aplikasi Ketix.

Aditya Gumay, Ruben Onsu dan kawan-kawan menargetkan gerakan Produser 10.000 ini bisa meraih 250 ribu anggota dalam waktu satu tahun kedepan. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari
Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:58 WIB

Ini Alasan Memilih Asics Novablast 6 untuk Lari

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB