Lubuk Basung, Prokabar — Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar dilanda bencana luapan Sungai Banda Talang, Senin malam (22/10). Akibatnya, belasan rumah beserta warga terkena dampak bencana tersebut.
Parahnya, dua keluarga di Jorong Surau Bayo dan Jorong Sungai Jariang nyaris tewas dibawa luapan air besar tersebut. Bencana tersebut dipicu akibat tingginya curah hujan dan debet air di Sungai tersebut.
Eka Andriani (34), warga Jorong Sungai Jariang beserta dua orang anaknya adalah salah satu korban terparah. “Kami sedang berkumpul dalam rumah dan menyaksikan hujan lebat saat itu. Tiba-tiba terlihat air deras mulai memasuki rumah. Beruntung ada warga lain membantu kami mengungsi ke tempat aman. Termasuk sepeda motor yang dapat diselamatkan. Selebihnya basah dan berlumpur akibat luapan air sungai tersebut,” ungkapnya.
Kejadian sekitar setengah lima sore dan begitu cepat. Air masuk ke rumah mencapai 1 meter. “Beruntung kami selamat dari maut itu,” tuturnya.
Kejadian sama, dialami Asrial (61) bersama Istrinya, Rosniati (62) dan anak cucunya, warga Jorong Surau Bayo, Nagari Lubuak Basung, Kabupaten Agam. Mereka beruntung cepat menyelamatkan diri dari bahaya tersebut. “Saat kejadian kami masih berada dalam rumah. Melihat kondisi yang sudah cukup mengerikan, kami pun langsung meninggalkan rumah menyelamatkan diri,” terangnya.
Sekretaris Camat Lubuk Basung, Rio kebetulan meninjau lokasi kejadian menyebutkan BPBD Dan Damkar serta tim gabungan lainnya sudah bergerak melakukan pembersihan dan pendataan.
“Hingga saat ini kami belum bisa menetapkan jumlah korban dan kerugian yang dialami saat ini. Namun kami memperkirakan ada belasan rumah dan puluhan warga terkena luapan air Sungai Banda Talang tersebut,” terangnya.
Kami lanjutnya, juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membantu korban terparah. “Dan bantuan tersebut rencananya akan diberikan berupa logistik malam ini juga,” tutupnya. (rud)
















