Agar Sungai Beringin Tak “Mengganas” Lagi, Ini Permintaan Warga

Penulis -

Selasa, 6 November 2018 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar  -Di balik ambruknya proyek jembatan yang menghubungkan Baringin-Koto Lalang Jumat (2/11), ternyata ada fakta baru yang berkaitan dengan Daerah Aliran Sungai Baringin. Faktanya adalah, Sungai Baringin ini memiliki dua cabang yakni, satu ke arah Kelurahan Tarantang, dan satu lagi ke arah Gurun Kudu, Koto Lalang. Namun aliran ke arah Gurun Kudu ini, ditutup sejak awal 2000-an.

“Aliran Sungai ke Gurun Kudu, Koto Lalang ini sudah lama ditutup yakni sekitar awal 2000-an. Penutupan itu dilakukan saat itu pasca proyek irigasi Kapalo Banda Tarantang, aliran dari Sungai Beringin debitnya terlalu sedikit. Karena itu, agar airnya lebih tinggi maka, aliran ke Sungai ke Kudu ditutup,” ungkap Lamsuit, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Beringin, Kecamatan Lubukkilangan Padang.

Baca Juga :  Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

Setiap terjadi banjir, kata dia, kepada para pejabat yang berkunjung selalu diminta warga untuk kembali menghidupkan aliran Sungai ke Gurun Kudu. “Kalau aliran ini tidak dihidupkan, nagari ini akan hancur dihantam banjir bandang bila curah hujan tinggi,” kata pria itu menirukan permohonan warga RT 01 kepada para pejabat Pemda.

Lamsuit mengakui, sebagian warga memang akan tidak menyetujui kalau aliran Sungai ke Kudu itu dihidupkan kembali. Karena ada yang sudah menjadikan aliran sungai itu sebagai lahan pertanian. Namun itu menurutnya tergantung kepada pemerintah.

“Kalau saya pribadi setuju aliran ini dihidupkan kembali, karena dari ninik moyang kami sungai ini sudah mengalir,” kata pria tua yang ditemui di ladangnya, di tepi Sungai Beringin.

Baca Juga :  Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Senada dengan Lamsuit, salah seorang petani Kudu, Syaiful One juga berharap agar aliran sungai ke Gurun Kudu itu dibuka kembali, agar jika terjadi hujan lebat, debit air di Sungai Baringin tidak lagi meluap seperti yang terjadi pada Jumat lalu.

Di samping, itu masyarakat di Gurun Kudu ataupun di Pulau Jawi-jawi yang berada di sebelah Gurun Kudu, khususnya petani, juga bisa mendapatkan aliran air yang lebih banyak, untuk menggarap lahan sawah.

“Saat ini sungai itu dapat dikatakan sudah mati. Bahkan ada petani yang tak bisa lagi menggarap sawah, sehingga juga ada beberapa sawah yang menjadi lahan tidur yang tidak bisa dimanfaatkan, karena tidak ada air,” katanya.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama, sudah ada sekitar 15 tahun. Harapan saya, kalau bisa Pemerintah kembali membuka lagi aliran sungai yang ditutup itu, supaya airnya bisa dimanfaatkan oleh petani,” harapnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Dari penelusuran wartawan media ini, aliran sungai ke Gurun Kudu yang ditutup berada sekitar 400 meter sebelum proyek jembatan Beringin yang diterjang banjir. Aliran sungai ke Kudu yang ditutup itu memiliki lebar sekitar 15-20 meter. Sebagian badan sungai sudah dimanfaatkan masyarakat untuk areal pertanian.

Seperti diketahui, pada Jumat (2/11/) curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kota Padang. Di kawasan Beringin, banjir menghancurkan proyek jembatan senilai Rp 8 miliar lebih yang tengah dibangun, dan satu jembatan gantung senilai Rp400 juta. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026
Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage
Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia
Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI
Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut
Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab
Laporan Keuangan 2025 Rapi dan Profesional Pasaman Raih WTP ke-13 Kali
Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:24 WIB

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:56 WIB

Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:25 WIB

Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB