Aduh! Sektor Pariwisata di Pesisir Selatan Melesu, Ini Penyebabnya

Penulis -

Sabtu, 23 November 2019 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Sektor pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, melesu karena tidak berbanding lurus dengan peningkatan investasi.

Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMP2ST), Suardi mengatakan, investasi sektor pariwisata di daerah ini belum bisa diandalkan, karena terkendala reguler yang tidak jelas.

“Trendnya masih kecil. Investor sepertinya masih lihat dan tunggu. Mayoritasnya baru wacana saja, tapi belum ada realisasi, “ujarnya pada Prokabar.com.

Berdasarkan data yang dihimpun Prokabar.com pada DPMP2ST, hingga triwulan III 2019, total investasi di Pessel, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp406 miliar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dari jumlah itu, penyumbang terbesar adalah sektor perkebunan (pabrik kelapa sawit/PKS). Kemudian disusul Pembangkit Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH) dan diikuti sektor jasa telekomunikasi.

Hingga kini untuk di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh belum ada investor yang serius untuk masuk. Semuanya masih proses penjajakan. Padahal biaya promosi Mandeh cukup besar.

“Termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukik Ameh yang masih terkendala lahan. Kalau itu jadi, mungkin itu yang pertama. Nilainya Rp2 triliun, “ungkapnya.

Menurutnya, persoalan investasi di Pessel adalah tumpang tindih regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Perda Kawasan Pesisir dan Pengelolaan Pulau Pulau Kecil hingga sipadan pantai. Regulasi itu kurang memberi ruang bagi investasi pariwisata, sehingga investor merasa enggan masuk.

Bahkan, ia mengaku sudah menyampaikan dalam pembahasan aturan-aturan itu agar memberi ruang terhadap investasi di sektor pariwisata. “Nah, ini salah satu masalahnya,” ujarnya lagi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo mengakui
investasi penunjang sektor pariwisata seperti perhotelan kelas Bintang 3 memang belum tumbuh signifikan.

Namun, untuk kelas hotel Bintang 2 ke bawah sudah banyak tumbuh. Selama ini yang jadi kendala utama lambannya  investasi sektor pariwisata di Pessel adalah terkait regulasi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Apalagi, Perda Zonasi Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil baru saja terbit. “Memang soal regulasi. Dulu Perdanya belum ada, sehingga investor mau masuk itu masih ragu,” terangnya.

Dengan adanya regulasi itu, lanjutnya, batas kewenangan antara provinsi dan kabupaten terkait perizinan sudah jelas. Artinya, bakal ada kepastian hukum, sehingga angin segar bagi iklim investasi pariwisata di daerah itu.

Untuk itu, pihaknya gencar menyosialisasikan terkait potensi investasi pariwisata. Memberi kemudahan perizinan hingga keringanan pajak daerah bagi investor

“Kami optimis, kedepannya sektor pariwisata Pessel bakal bergairah, “ungkapnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB