Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Aduh, Kejari Pasaman Bakal ‘Panen’ Kasus Korupsi

Dibaca : 769

Pasaman, Prokabar — Kejaksaan Negeri Pasaman rupanya semakin mengganas. Pergerakannya senyap, perlahan namun pasti dalam menerkam para pelaku kasus dugaan korupsi. Usai merilis tiga nama tersangka baru dalam kasus korupsi anggaran pasca bencana di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatam yang bersumber dari BNPB di BPBD Pasaman tahun 2016, ternyata ada kasus lain yang sedang proses penyelidikan.

Dengan demikian, bila penyelidikan selesai dan cukup alat bukti, sudah pasti pula nantinya kasus ini bakal menjerat tersangka lain. Tambah hancur Pasaman, semakin banyak deretan nama-nama tersangka korupsi, baik dari kalangan ASN ataupun rekanan bila kasus ini lengkap barang bukti.

Dalam press release bersama awak media Senin (2/9), kasus baru yang lidik ini, masih seputar anggaran pasca bencana juga. “Ini yang sub item lain. Masih pasca bencana induk kasusnya, namun sub item saja yang berbeda. Ini yang terjadi di Nagari Muaro Sei Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, tahun 2016 itu juga” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansah.

Diakui Adhryansah yang didampingi Kasipidsus Erik Eriyadi, Kasi Intel Ihsan, Kasidatun Therry Gutama, dan Kasi Barang Bukti, Yus Iman, dalam kasus Muaro Sei Lolo ini, besar kemungkinan ada korupsinya. Ini dipastikan penyidik, dari beberapa alat bukti yang berhasil dikumpulkan.

“Kita minta awak media dan masyarakat sabar. Ini baru tahap awal alias penyelidikan. Bagaimana nantinya, lihat saja. Bila barang bukti lengkap, mudah-mudahan kasus ini masuk tahap penyidikan. Kapan? Kami sedang bekerja, personel kami terbatas. Kami memakai perlahan namun pasti dalam menjerat pelaku tindak pidana korupsi ini. Terbukti, langsung sikat. Tidak perlu tergesa-gesa,” kata Adhryansah.

Tidak saja pasca bencana, saat ini di meja penyidik, juga terdapat sederatan kasus-kasus dugaan korupsi lainnya. Namun, beberapa kasus ini sedang antri untuk digarap. “Ada juga yang sedang Pulbaket dan data alias pengumpulan bahan keterangan dan data. Dimana kasusnya, belum bisa kami release. Kami tidak ingin gegabah,” tukas Adhryansah. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top