Tanah Datar, Prokabar – Bagi anda pecinta durian Sungayang, mungkin pada musim durian kali ini tidak akan menemukan cita rasa durian tersebut. Pasalnya, hampir menyeluruh pohon durian di Sungayang Tanah Datar diserang hama yang membuat semua daunnya gugur tak bersisa.
Kepala Jorong Sianau Indah, Nagari Sungayang, Zulekman membenarkan jika pohon durian kini hanya tinggal ranting dan buahnya saja, sedangkan daunnya habis. Ia mengatakan hama yang menyerang tanaman durian warga sudah terjadi sejak enam bulan lalu dan kejadian ini baru kali pertama terjadi.
Akibatnya, lebih dari 50 persen pohon durian yang mencapai ribuan batang gagal panen, padahal ini menjadi salah satu andalan pendapatan warga untuk menopang penghidupan.
Saat musim durian tiba, warga Sungayang rata-rata mampu mendapatkan penghasilan Rp200 ribu per hari dari penjualan buah durian. Namun sekarang, harapan warga pupus karena pohon durian terkena penyakit aneh.
Durian asal Sungayang cukup terkenal dengan rasanya yang gurih dan berbeda dengan rasa durian daerah lain. Durian asal Sungayang juga dijual hingga ke ke provinsi tetangga dan bahkan ke pulau jawa.
Selain di Jorong Sianau Indah, serangan hama juha terjadi di beberapa jorong tetangga. Dan bahkan kondisi pohon di jorong tersebut lebih parah jika dibanding dengan yang terjadi di jorong Sianau Indah.
Sementara, warga setempat Syafrifal mengatakan hama yang menghabiskan daun durian berbetuk ulat bertanduk. Padahal di sekeliling pohon durian banyak pohon lain yang subur daunnya tapi tidak dimakan.
“Durian Ambo di parak juo habis daun dimakan ulek, tapi ambo heran padahal banyak daun dari tanaman lain yang subur di sekitar indak dimakan, kini di ateh batang tingga buah yang la mulai gadang, caliak la dek apak. (Durian saya di ladang juga habis dimakan ulat. Herannya, tanaman lain tidak dimakan. Kini hanya di pohon durian hanya ada buah yang mulai membesar),” katanya sembari menunjuk salah satu pohon durian yang berada di samping rumahnya.
Meski tetap ada buahnya di batang namun diragukan isi durian itu masih baik untuk dimakan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Desriwan mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan pengobatan dan pencegahan untuk menghilangkan ulat tanduk dari pohon durian warga tersebut.
“Kita terus berupaya dan mencarikan solusinya, biasanya kalau sudah habis sirkulasinya, ulat itu akan hilang sendirinya,” tutupnya.(eym)
















