Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Aduh! Dua Tahun Terakhir Pertumbuhan Ekonomi Pessel Menurun, Ini Penyebabnya

Dibaca : 501

Pesisir Selatan, Prokabar – Dua tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Kabupate Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, terus mengalami penurunan. Bahkan, pada 2019, tercatat paling rendah sejak 5 tahun terahir.

Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel, Yudi Yos Elvin mengatakan, penyebabnya seiring melambatnya kinerja sektor primer (pertanian, kehutanan dan perkebunan) di daerah ini.

“Selain itu ditambah lagi dengan sektor industri pengolahan tumbuh negatif,” ujarnya pada Prokabar.com Kamis (12/3) di Painan.

Berdasarkan Pesisir Dalam Angka (PSDA) 2020 yang dirilis BPS, laju pertumbuhan ekonomi Pessel pada 2019 hanya 4,81 persen. Capaian kinerja pertumbuhan itu merupakan paling rendah sejak 2015.

Ketika itu, laju pertumbuhan 5.73 persen, turun menjadi 5,33 persen di 2016. Angka itu kembali naik 5,41 persen di 2017. Kemudian pada 2018-2019, masing-masingnya 5,35 persen dan 4,81 persen.

Pada 2019, lanjutnya, sektor pertanian, kehutanan dan perkebunan hanya mampu tumbuh 2.82 persen atau turun dari tahun lalu yang mencapai 3.43 persen.

Bahkan, industri pengolahan tumbuh minus 5.30 persen, dari 2018 yang sempat tumbuh positif 3.13 persen. “Padahal kedua sektor tersebut merupakan sektor unggulan daerah,” terangnya.

Seiring itu, dirinya meminta Pemkab Pessel fokus pada sektor primer. Sebab, sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan penyumbang tertinggi dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai 38.27 persen.

Apalagi, sektor primer menyangkut hajat hidup orang banyak. Serapan tenaga kerjanya lebih dari 40 persen. Lebih dari itu, meningkatkan peranan sektor pariwisata.

Maraknya pariwisata daerah, katanya, belum mampu memberikan nilai tambah terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Selama ini, geliat paiwisata Pessel hanya dinikmati Kota Padang.

“Seperti perhotelan dan oleh-oleh, misalnya. Pessel belum memiliki produk unggulan yang dapat dijadikan sebagai ciri,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Jamalus Yatim menegaskan, pihanya mempertanyakan faktor penyebabnya pada bupati sebagai pimpinan daerah.

“Nanti akan kami tanyakan solusinya pada bupati. Bupati harus segera menyikapi trend perlambatan pertumbuhan ini,” tutupnya,(min)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top