Ada Bupati Bakal Karantina Pemudik Ngeyel di Rumah Hantu

Penulis -

Selasa, 21 April 2020 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen, Prokabar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melarang masyarakat untuk melakukan arus mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijiriyah/2020. Tujuannya, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengancam warganya apabila ada yang mudik saat lebaran nanti bakal diisolasi di rumah hantu atau rumah angker.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kalau ada yang ngeyel, masukin di sana rumah angker yang enggak pernah dihuni 10 tahun. Kita manfaatkan kutilanak dan lain-lain, itu sudah pasti buat mereka jera,” kata Yuni saat diwawancara tvOne pada Selasa, 21 April 2020.

Meski warga dikarantina di rumah hantu, kata dia, mereka tetap akan diperhatikan dan dilayani dengan diberikan makan karena di sana. Dan kebutuhannya akan dijamin.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurut dia, warga akan dikarantina dulu selama 14 hari di rumah masing-masing. Namun, apabila ada yang melanggar aturan langsung dipindahkan ke rumah hantu tersebut. Langkah ini diharapkannya bisa efektif dan bisa membuat masyarakat patuh.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kita rumahkan dulu 14 hari, kalau bandel di tengah karantina baru kita masukin ke rumah angker. Saya keliling 10 desa, Alhamdulillah banyak pemudik yang ngerti dan patuh pada aturan berlaku. Mereka lakukan karantina di rumah masing-masing,” ujarnya.(*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB