Padang, Prokabar — Banjir bandang yang menyapu Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis (1/11) dan Kota Padang pada Jumat (2/11), kini berangsur surut. Namun demikian, sejumlah permasalahan pascabanjir masih dihadapi ratusan warga terdampak. Beberapa di antaranya adalah bahan pangan yang minim serta lingkungan rumah mereka yang masih terkena lumpur banjir.
ACT dan BPBD Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat serta evakuasi warga terdampak. Sejak Sabtu (3/11) pagi, Tim Emergency Response ACT Sumatera Barat (Sumbar) terjun ke dua desa yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah yang terkena dampak banjir bandang cukup parah. Dua desa tersebut di antaranya Nagari Kampung Tanah Tapan dan Nagari Kampung Tengah Tapan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.
Aan Saputra selaku anggota Tim Emergency Response ACT Sumbar mengatakan, banjir turut merendam sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan kantor di Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara itu, sekitar 500 rumah terendam. Satu di antaranya hanyut terbawa banjir, dan 5 lainnya rusak ringan.
“Kalau ditotal, ada 501 keluarga terdampak. Namun, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Aan.
Tim lantas segera mendistribusikan bahan pangan untuk warga di dua desa tersebut. Selain itu, tim turut membantu warga mengevakuasi harta benda yang tersisa serta membersihkan lingkungan rumah warga.
“Sejak Sabtu (3/11) lalu, 4 anggota tim kami sudah menyebar ke Nagari Kampung Tanah Tapan dan Nagari Kampung Tengah Tapan. Sampai Ahad (4/11) ini, tim bergerak ke rumah-rumah warga untuk membagikan sembako serta membantu membersihkan sisa lumpur yang masih menggenangi rumah mereka,” imbuh Aan. Selain menjangkau Kabupaten Pesisir Selatan, tim juga tengah menjangkau korban banjir di Padang.
Seperti yang diketahui sebelumnya, intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah di Sumbar sejak Kamis (1/11) menyebabkan air sungai meluap. Banjir bandang menerjang sejumlah kecamatan di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Banjir yang turut memakan 2 korban jiwa serta merusak 2 unit jembatan di Kota Padang. Sementara itu, diperkirakan ribuan rumah terendam saat banjir Jumat (2/11) lalu. (Rel/hdp)
















