ACT Sumbar Bantu Korban Banjir di Pessel dan Padang

Penulis -

Senin, 5 November 2018 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Banjir bandang yang menyapu Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis (1/11) dan Kota Padang pada Jumat (2/11), kini berangsur surut. Namun demikian, sejumlah permasalahan pascabanjir masih dihadapi ratusan warga terdampak. Beberapa di antaranya adalah bahan pangan yang minim serta lingkungan rumah mereka yang masih terkena lumpur banjir.

ACT dan BPBD Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat serta evakuasi warga terdampak. Sejak Sabtu (3/11) pagi, Tim Emergency Response ACT Sumatera Barat (Sumbar) terjun ke dua desa yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah yang terkena dampak banjir bandang cukup parah. Dua desa tersebut di antaranya Nagari Kampung Tanah Tapan dan Nagari Kampung Tengah Tapan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Aan Saputra selaku anggota Tim Emergency Response ACT Sumbar mengatakan, banjir turut merendam sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan kantor di Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara itu, sekitar 500 rumah terendam. Satu di antaranya hanyut terbawa banjir, dan 5 lainnya rusak ringan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kalau ditotal, ada 501 keluarga terdampak. Namun, alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Aan.

Tim lantas segera mendistribusikan bahan pangan untuk warga di dua desa tersebut. Selain itu, tim turut membantu warga mengevakuasi harta benda yang tersisa serta membersihkan lingkungan rumah warga.

“Sejak Sabtu (3/11) lalu, 4 anggota tim kami sudah menyebar ke Nagari Kampung Tanah Tapan dan Nagari Kampung Tengah Tapan. Sampai Ahad (4/11) ini, tim bergerak ke rumah-rumah warga untuk membagikan sembako serta membantu membersihkan sisa lumpur yang masih menggenangi rumah mereka,” imbuh Aan. Selain menjangkau Kabupaten Pesisir Selatan, tim juga tengah menjangkau korban banjir di Padang.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Seperti yang diketahui sebelumnya, intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah di Sumbar sejak Kamis (1/11) menyebabkan air sungai meluap. Banjir bandang menerjang sejumlah kecamatan di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Banjir yang turut memakan 2 korban jiwa serta merusak 2 unit jembatan di Kota Padang. Sementara itu, diperkirakan ribuan rumah terendam saat banjir Jumat (2/11) lalu. (Rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB