Abrasi Ancam Masjid dan Sekolah Dasar di Bukit Malintang

Penulis -

Selasa, 27 November 2018 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Selain Bendungan jebol dan dua titik jalan rusak parah akibat banjir, satu unit rumah ibadah dan sekolah dasar di Jorong Bukit Malintang, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumbar juga terancam abrasi.

Kondisi tersebut sudah sangat mengkuatirkan warga setempat. Pasalnya, hanya tersisa beberapa meter lagi.

Menurut Walinagari Tiku Utara, Amris kondisi tersebut sudah berlangsung sejak musim hujan 2018 ini. Curah hujan yang cukup deras, membuat pengikisan atau abrasi sungai Batang Tiku dan Batang Antokan semakin parah. 

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Di Jorong Bukik Malintang ini salah satu daerah terparah dilanda banjir dan jalan amblas. Selain dua titik badan jalan rusak, beserta bedungan irigasi, Masjid Nurul Iman dan Satu unit sekolah dasar ini juga terancam terkena abrasi. Dan pengikisan tebing sungai hampir merata terjadi,” ungkapnya kepada Prokabar.com.

Kami berharap lanjutnya, kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Pusat, untuk bisa melakukan normalisasi di sepanjang sungai ini. Bila tidak segera dilakukan, kehidupan kami beserta infrastruktur lainnya akan semakin memburuk. “Apalagi musim hujan terus melanda daerah ini,” harapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu, Ninik Mamak Bukik Malintang Akhiruddin Dt. Palindih mengutarakan ancaman abrasi akibat luapan air sungai sudah berlangsung beberapa tahun belakangan. “Bila terjadi hujan deras, daerah ini langsung mengalami banjir merusak sejumlah infrastruktur di sini,” tuturnya.

Kondisi tersebut jelas membuat kehidupan dan perekonomian masyarakat terganggu. “Kami butuh bantuan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana dan normalisasi sungai saat ini,” terangnya lagi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sebelumnya, terdapat jembatan rajang yang roboh dan putus di Jorong Cacang Tinggi. Jalan terban dan amblas pun sudah banyak rusak. Hal tersebut diakibatkan derasnya arus sungai pasca banjir dan hujan lebat. “Kami sangat berharap daerah kami ini diperhatikan dengan serius oleh pemangku kebijakan,” tutup Ninik Mamak tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB