Abrasi Akibat Gelombang Tinggi di Pessel Ancam Rumah Warga

Penulis -

Kamis, 22 Agustus 2019 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Prokabar – Tingginya gelombang laut yang terjadi sejak dua pekan terakhir mengakibatkan abrasi pantai sepanjang dua kilometer di Kampung Ujung Air, Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

“Abrasi juga menyebabkan puluhan pohon kelapa milik warga setempat tumbang karena pengikisan mencapai 15 meter bibir pantai,” kata salah seorang warga Kampung Ujung Air, Nagari Amping Parak, Abdul Muis (77), Kamis (22/8).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menambahkan terjangan gelombang laut ini selain menumbangkan puluhan pohon kelapa, juga mengancam dua unit rumah warga yang sudah semakin dekat dengan bibir pantai.

“Saat ini jarak bibir pantai dengan kedua unit rumah itu hanya sekitar enam meter saja, kami berharap segera ada upaya penanganan dari pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Warga lainZainul (60) mengatakan sesuai perkiraannya setelah melihat tanda-tanda alam, gelombang tinggi ini masih berpotensi terjadi hingga dua pekan ke depan.

“Karena itu kami berharap agar kondisinya tidak semakin parah, ada upaya pencegahan dari pihak pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas PSDA Pesisir Selatan, Doni Gusrizal menyebutkan hari ini pihaknya akan menurunkan tim ke lokasi untuk memantau perkembangan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Tim akan berupaya meminimalkan dampak abrasi menggunakan karung berisi pasir, mudah-mudahan dampak abrasi bisa diminimalkan,” katanya.

Kemudian pihaknya akan melaporkan kondisi ini ke Balai Besar Sungai Wilayah V Sumatera Barat sehingga ada penanganan yang lebih menyeluruh.

“Wewenang penanganan pantai sebenarnya ada di balai, namun kami tidak akan lepas tangan selain itu laporan juga segera disampaikan,” kata dia. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB