Abrar: Yang beredar Itu Data Pencatatan, Bukan Hasil Tracking

Penulis -

Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar –Media sosial di Tanah Datar, baik group Whatsapp maupun facebook dihebohkan dengan beredarnya data Yang dianggap sebagai data tracking orang yang sempat berkontak erat dengan pasien positif Covid 19. Alhasil, protes dan keresahan-pun timbul ditengah tengah masyarakat.

Menjawab hal tersebut, Juru bicara tim Penanggulangan Covid 19, Abrar mengatakan jika data yang tersebar itu tidaklah benar adanya. Data tersebut diakui memang milik Tim Penangan Covid 19, namun baru sekedar data pencatatan awal, bukan data hasil tracking.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

” itu kan baru data pencatatan awal, bukan hasil tracking kita. Tracking datanya kan kita ulang lagi, tidak segampang yang kita pikirkan. Kita kan harus ada wawancara yang lebih mendalam, dikonfirmasi pula dengan si kasus (pasien). Data yang tersebar itu juga tidak ada tanda tangannya,” kata Abrar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

 

Abrar juga mengungkapkan, saati ini juga terjadi perubahan data tracking kontak erat pasien. Hal ini terjadi karena ada kekeliruan informasi dari data yang disampaikan.

” kita sekarang menemukan ada data yang tidak sebenarnya. Maksudnya, setelah rapid kita lakukan, kita tanya apa dia kontak dengan pasien, dijawab iya, tapi tidak kontak erat, hanya kontak dari jauh. Jadi data awal disampaikan itu tentu berubah. Tidak semuanya kita karantina,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sampai saat ini, tim penanganan Covid 19 Tanah Datar masih melakukan pengakuratan hasil tracking yang sebelumnya dilakukan.

Lebih lanjut,orang yang akan dikarantina berkategori benar benar kontak erat dengan pasien sejak H-2 dengan jarak 1 meter lebih kurang dan satu ruangan dengan pasien. Dari hasil rapid tes yang dilakukan pada jumat malam hingga sabtu siang, seluruhnya dinyatakan negatif. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB