Tanah Datar, Prokabar- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Datar mengatakan jika awal ditemukannya ajaran yang dinyatakan keliru dan menyimpang dari ajaran agam Islam tersebut berawal dari laporan warga.
Sekretaris MUI Tanah Datar, Afrizon menyampaikan kronologis penemuan ajaran itu berawal dari laporan salah seorang suami yang istrinya meminta cerai dengan alasan ajaran yang dianut.
” jadi ada salah seorang suami yang melapor jika istrinya meminta cerai, dan suami tidak mau menceraikan. Jadi suami inilah yang mengadu ke MUI. Ada juga istri yang meminta nikah ulang kepada suami, dan suami pun tidak mau. Marah sang suami, dan kata istri kalau tidak nikah ulang sama dengan berzina,” ucap Afrizon saat dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa (11/1).
Afrizon mengatakan, setidaknya telah ada dua pasangan suami istri yang meminta cerai setelah mengikuti ajaran tersebut.
” jadi yang banyak terpengaruh (ajaran) wanita,” sambungnya.
Lebih rinci dikatakan, jika ajaran tersebut disebarkan secara door to door atau dari pintu ke pintu. Pertemuan dari ajaran tersebut pun juga dilakukan secara tertutup oleh pengikutnya.
Meski pengikutnya belum begitu banyak ditemukan di Tanah Datar, namun ajaran keliru dan menyimpang itu telah ditemukan di dua kecamatan di Tanah Datar.
“estimasinya masih sedikit, karena tertutup itu. Mereka juga diam. Di kecamatan satu ada sekitar 9 orang, dan di kecamatan satunya lagi agak banyak sedikit (tanpa menyebutkan nama kecamatan),” ungkapnya lagi.
Tidak hanya di kabupaten Tanah Datar kata Afrizon, berdasarkan hasil wawancara dengan jamaah, mereka ada yang belajar ke kota Padang, Payakumbuh, 50 Kota dan Tanah Datar.
” gurunya dari Maluku. kita inginkan berdiskusi dengan gurunya itu, cuma gurunya sulit untuk ditemui,” sambung Afrizon
Dengan telah dikeluarkannya maklumat terkait ajaran tersebut sebagai ajaran yang keliru dan menyimpang dari ajaran Islam, pengikut nantinya akan diajak berdiskusi terkait ajaran islam yang sesuai dengan Al Quran.
” nanti kita minta bantu kepada walinagari untuk mediasinya. Kita ajak diskusi,” tutup Afrizon. (eym)
















