Anggaran OP Ditiadakan, Pemkab Pessel Abaikan Permintaan Presiden

Penulis -

Kamis, 30 Desember 2021 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), telah mengabaikan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan Operasi Pasar (OP) di sejumlah daerah.

Kini, Pemkab Pesisir Selatan, telah sengaja meniadakan anggaran operasi pasar di tahun APBD 2022.

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi (Disdagtrans) Pessel, Mimi Rianti Zainul mengaku, pada tahun 2022 anggaran untuk biaya operasi pasar ditiadakan. Karena, sengaja tidak dibahas dalam penyusunan anggaran APBD 2022.

Sayangnya, Mimi, tidak memberikan alasan lebih rinci menyangkut anggaran operasi pasar ditiadakan pada APBD 2022.

Hanya saja, Pemkab Pessel akan menyampaikan ke pihak Provinsi Sumbar, agar bisa menetralisir perkembangan harga di daerah khususnya wilayah Pessel.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Memang tidak ada dianggarkan biaya operasi pasar untuk 2022 ini,” ujarnya pada wartawan di Painan (30/12)

Padahal, Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Rabu (27/5). Meminta pemerintah daerah bisa menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan operasi pasar.

Dikatakan, Jokowi, operasi pasar ini penting untuk menjaga harga kebutuhan pokok, terlebih saat momen tertentu seperti hari raya dan akhir tahun.

Jokowi mengatakan, banyak perusahaan distributor melakukan spekulasi dengan menahan stok barang, agar harganya naik. Padahal harga di tingkat petani sudah turun. Untuk mengatasi hal ini pemerintah daerah (Pemda) harus bisa bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) di daerah, Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan kepada setiap distributor barang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Presiden yakin pemeriksaan rutin dan adanya tindakan tegas dari penegak hukum, akan menurunkan minat distributor menahan stok barangnya. Makanya, perlu ada operasi pasar yang dilakukan secara rutin dan Pemda harus menganggarkan dana untuk itu.

“Sesering mungkin terjun ke lapangan, ke gudang. Distribusi besar timbun atau nggak? Harus dikontrol, agar distributor besar merasa diawasi dan tidak menimbun barang dan memainkan harga,” ujarnya.

Harga Bahan Pokok Naik

Harga bahan pokok di Pessel naik, sehingga dikeluhkan oleh sejumlah pedang dan masyarakat. Harga bahan pokok naik seperti minyaknya goreng dan telur.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kenaikan, harga ini membuat omset mereka menurun drastis, karena daya jual masyarakat melemah.

“Kenaikan harga bahan pokok ini membuat omset kami menurun drastis, Karena keterbatasan ekonomi masyarakat untuk membeli,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Painan Irul 53 tahun, kepada Prokabar.com Kamis (30/12/2021).

Dikatakan, Irul, sejak tiga pekan terakhir harga telur dari Rp45 per karpet menjadi Rp60 per karpet. Harga ini naik mencapai 30 persen.

Selain telur, minyak goreng juga mengalami kenaikan dari Rp11 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Begitu juga dengan minyak kemasan dengan merk SunCo dari Rp 16 ribu seliter, kini naik jadi Rp 22 ribu, tuturnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB