Pekanbaru, prokabar – Asa Semen Padang FC bertahan di Liga 2 masih terbuka, menyusul kemenangan dramatis Sriwijaya FC 2-1 atas KS Tiga Naga, Selasa (23/11) malam di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai.
Uniknya, dua gol kemenangan Sriwijaya FC itu dicetak oleh dua mantan pemain Semen Padang, M. Nur Iskandar dan Dedi Hartono di babak kedua.
Dua gol itu membalikan keadaan setelah Laskar Wong Kito sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, sedikit banyak telah memperpanjang nafas Semen Padang FC untuk bertahan di Liga 2. Sebab jika KS Tiga Naga menang, posisi Semen Padang akan semakin kritis.
Selain itu skuad asuhan Nilmaizar juga dipastikan menjadi juara grup A dengan 20 point. Dengan menyisakan satu laga, point Sriwijaya FC tak akan bisa dikejar oleh PSMS medan di posisi kedua.
Sementara itu Tiga Naga masih harus menunggu sampai matchday pamungkas untuk memastikan mereka tetap bertahan di Liga 2 musim depan. Saat ini The Yellow Warrios hanya satu strip diatas zona degrdasi yang dihuni Semen Padang FC dengan marjin satu poin saja.
Laga Semen Padang vs Tiga Naga 30 November 2021, akan menjadi penentuan siapa yang akan terdegradasi ke Liga 1. Siapa yang menang, akan selamat. Tetapi jika hasil seri maka Semen Padang Fc dipastikan turun kasta ke Liga 3.
*******
Di menit kesembilan jala gawang Tiga Naga sudah bergetar usai sundulan Rahel Radiansyah tidak mampu dihalau Riahdo Yanuardi. Akan tetapi sang penyerang rupanya sudah dalam posisi offside dan hakim garis pun menganulir gol tersebut.
Wasit kemudian menghadiahi tendangan penalti untuk Sriwijaya usai Dedi Hartono dijatuhkan Dilivio Mamuka di area terlarang pada menit ke-27.
Dedi sendiri kemudian maju sendiri sebagai algojo Laskar Wong Kito. Sayang eksekusi Dedi ke arah kanannya masih bisa dihalau oleh Riahdo. Skor 0-0 pun masih bertahan.
Tiga Naga mencetak gol pada menit ke-34 lewat Ahmad Haikal namun karena Nico Malau terjatuh di kotak penalti wasit justru menunjuk titik putih. Padahal seharusnya advantage bisa diberikan untuk menguntungkan tim penyerang.
Kendati demikian Ghulam Fatkur bisa memaksimalkan tendangan dari 12 pas. Tembakan ke atap jaring gawang sama sekali tidak bisa dihalau kiper Rizky Darmawan. Kedudukan 1-0 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua Sriwijaya tampil lebih menekan. Salah satu peluanmg terbaik mereka lahir di menit 57 lewat tendangan bebas Dedi yang gagal disambar Valentino Telaubun di tiang dekat meski sang pemain senior berdiri tanpa kawalan berarti.
Gol penyama kedudukan yang dinanti Sriwijaya akhirnya lahir di menit 66 lewat pemain senior Nur Iskandar. Berawal dari kemelut di kotak penalti Tiga Naga, bola muntah bisa dikirim lagi oleh Rio Hardiawan ke kotak enam yard dimana Iskandar kemudian menyambut dengan diving header.
Dedi Hartono membayar kegagalannya dalam mengeksekusi penalti di babak pertama dengan sebuah gol spektakuler via tendangan bebas pada menit 73. Sriwijaya pun berbalik unggul 1-2 atas Tiga Naga dan bertahan hingga akhir laga.(*)
















