Tanah Datar, Prokabar- Seorang pegawai Koperasi Syariah di BMT Koperasi di Lantai Batu, Batusangkar tidak menyangka mendapatkan hadiah utama berupa sepeda saat mengikuti Gebyar Vaksin Tanah Datar.
Liza Harjulito (31), yang beruntung mendapatkan hadiah utama itu mengaku bahkan dirinya sempat takut untuk divaksin sebelum datang ke lokasi vaksinasi.
” Saya tidak pernah mimpi dan tidak menyangka jika akan ada bapak bupati juga yang hadir. Niatnya cuma ingin vaksin pertama saja tadi bareng teman yang lain. Malahan awalnya takut ikut vaksin, ” ujarnya usai vaksin.
Liza mengatakan, jika suaminya hari itu juga ikut vaksin tetapi di puskesmas.
“Setelah dikantor tadinya sepakat sama teman ikut vaksin disini. Karena kami melihat ada di media sosial ada agenda vaksin di Emer One, jadi kami putuskan kesini, ” ujarnya seraya tertawa.
Liza berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Bupati yang didampingi Forkopimda. Selain Liza, beberapa peserta vaksin lainnya yang berhasil menjawab pertanyaan juga mendapat bingkisan. Termasuk beberapa tenaga kesehatan yang beruntung saat bertugas dilokasi.
Tidak hanya sekedar vaksin gratis dan hadir, para peserta vaksin juga diberikan edukasi dan pengarahan dari Dinas Kesehatan akan wawasan terhadap vaksinasi. Dengan harapan, masyarakat yang telah mendapatkan pemahaman mampu menjadi promotor dilingkungan dan keluarga.
Dalam pemaparannya, Kabid P2P menjelaskan, jika warga tidak perlu takut untuk divaksin, apalagi merasa takut akan banyaknya berita hoax yang tersebar di media sosial. Karena vaksinasi tidak menyebabkan kelumpuhan apalagi kematian.
“Hanya saja vaksinasi tentu memiliki efek samping berat maupun ringan. Efek ringannya merasa sakit di area yang disuntik, efek beratnya merasa ngantuk, hingga demam, tergantung kondisi sipenerima vaksin, namun sejauh ini tidak ada yang mengalami kelumpuhan, apalagi kematian, ” jelasnya.
Kabid P2P dr Eva Darmasari juga memberikan pencerahan, jika tujuan vaksinasi dilakukan bukan untuk terhindar dari Covid 19, melainkan meringankan beban penderita Covid. “Jadi bagi yang divaksin itu jika terkena Covid, dakit yang dideritanya tidak separah orang yang tidak divaksin, ” jelasnya.
Secara nasional sebutnya, Vaksinasi telah digelar sejak pertengahan awal tahun 2020 lalu, namun untuk provinsi baru pada pertengahan Februari 2020 lalu.
“Jadi vaksinasi menyasar untuk setiap warga negara yang berumur diatas 12 tahun keatas hingga lansia, termasuk ibu hamil dan menyusui sesuai kriteria yang ditetapkan oleh dokter, ” ucapnya.
Karena saat ini terdapat beberapa macam vaksin, setiap macam vaksin memberikan efek samping yang berbeda, namun tidak menimbulkan hingga separah yang digembor-gemborkan oleh informasi hoax yang beredar.
“Seperti yang kita jelaskan tadi, efek samping palingan merasa sakit di area yang disuntik, sakit kepala, ngantuk, dan demam. Namun, tidak perlu takut divaksin, karena jika terjadi sesuatu bagi orang yang divaksin, pemerintah daerah telah menyiapkan tim untuk menanganinya, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, ” terangnya.
Selain itu katanya, kehalalan setiap macam vaksin telah dikeluarkan oleh MUI, artinya vaksin apapun yang akan dipakai sudah dijamin kehalalannya tersebut. (eym)
















