Pesisir Selatan, Prokabar – Selama dua tahun, Kabag Perekonomian (Kabag Perek), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tidak ada melakukan pengawasan terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini.
Kebag Perek, Rosdi mengaku, selama dua tahun tidak pernah melakukan pengawasan, karena tidak ada anggaran.
“Anggran tidak ada, sudah dua tahun kami tidak ada melakukan pengawasan,” ukuinya pada Prokabar.com Rabu (10/11).
Dikatakan, Rosdi, total kuota pupuk subsidi di Pesisir Selatan 19 ribu ton pertahun, sayangnya, Rosdi tidak merinci apa saja jenis pupuk yang disubsidi.
“Coba kawan-kawan wartawan tanya sama Kabag Perekonomian yang lama, saya baru menjabat disini, tidak banyak tau saya soal itu,” akuinya.
Selanjutnya, Kabag Perekonomian juga tidak tau peredaran pupuk bersubsidi sesuai e RDKK. Maliankan, kata Rosdi, perederan pupuk bersubsidi itu adalah tugas Dinas Pertanian yang ngecek ke bawah.
“Coba wartawan tanya sama Dinas Pertanian, kami tidak tau soal itu, lagi pula data e RDKK itu tidak ada sama kami,” tutupnya. (min)
















