Pesisir Selatan, Prokabar – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar, melanti Suhendri sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora).
Suhendri mengaku, dirinya pesimis menyelesaikan persoalan kepengurusan KONI Pessel yang vakum, sejak 21 Juni 2020. Dimana ketua KONI, Rozi Marzeki bersma Bendahara yang ditangkap Jajaran Tipikor Pelres Pessel terkait korupsi dana KONI.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Suhendri mengaku, masih mempelajari persoalan kepengurusan KONI yang saat ini vakum, karena tidak adanya pengurus definitif.
“Saya tidak bisa memastikan secepatnya menyelesaikan persoalan KONI Pessel sisa tahun 2021,” ujarnya kepada wartawan Kamis (28/10).
Masa periode jabatan KONI Kabupaten Pessel 2017-2021 harusnya sudah habis, seiring dipenjaranya Ketua dan Bendahara definitif dan akibat korupsi dana KONI tahun anggaran 2018-2019.
Seyogyanya, dinas terkait segera membentuk pengurus definitif. Namun kenyataannya, itu tidak dilakukan. Kondisi itu tentu berdampak buruk terhadap jalannya pada dunia olahraga Pessel.
Menurut Suhendri, untuk menyelesaikan persoalan KONI Pessel hari ini, pihaknya mesti mempelajari akar dasar persoalan yang terjadi, terlebih ia baru dilantik, Kamis 28 Oktober 2021 lalu oleh Bupati Rusma Yul Anwar.
“Saya kan belum tahu gambaran pasti nya. Hari ini saya, baru bisa meraba-raba persoalan yang ada (Jadi butuh waktu mempelajari),” terangnya.
Lanjutnya, setelah akar dasar persoalannya didapatinya, pihaknya akan berjanji segera mungkin menyelesaikannya. Karena hal ini termasuk mendesak bagi dunia olahraga di Pessel.
“Kita coba diagnosa persoalannya, tapi yang jelas insyaallah itu segera akan kita tuntaskan,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pengurus Cabang Olahraga (Cabor) di Pessel yang enggan disebutkan namanya berharap, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang baru bisa secepatnya menyelesaikan kevakuman pengurus KONI Pessel.
Menurutnya, akibat kevakuman KONI Pessel hari ini, seluruh Cabor terhalang untuk mendapatkan dana pembinaan yang biayanya ditanggung dana hibah Pemkab Pessel.
“Harusnya, tahun ini KONI kembali mendapat dana hibah, jika seandainya ada pengurus definitif,” tutupnya. (min)
















