Batusangkar, prokabar – Perhimpunan Pemberdaya Penggerak Indonesia Sejahtera (Pepes) Kabupaten Tanah Datar, terus berjuang untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi di sektor UMKM (Usaha mikro, kecil, dan menengah) di Tanah Datar.
Komunitas ini merupakan komunitas bisnis yang anggotanya para pelaku UMKM di Tanah Datar, mayoritas anggotanya adalah pelaku industri rumah tangga dari kalangan perempuan atau emak-emak.
Berdiri dengan latar belakang membantu dan menyatukan pelaku usaha industri rumah tangga untuk meningkatkan produknya, perizinan, pemasaran, sertifikasi halal. Muaranya bisa membantu peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.
Ketua Pepes Tanah Datar, Ina Yatul Kubra, kepada prokabar Kamis (23/9) pagi mengatakan, saat ini anggota komunitas yang dipimpinnya sudah mencapai 200 orang yang terdaftar. Tapi yang sudah resmi punya KTA (Kartu Tanda Anggota) baru 115
“Mereka tersebar di 14 kecamatan dan 75 Nagari yang ada di Tanah Datar. Mereka semuanya sudah punya produk yang beragam. Ada yang berupa produk kuliner, jasa, dan industri kecil kreatif lainnya.”ujar Ina.
Meski sudah mencapai ratusan, tetapi belum semua anggota mengerti bagaimana suatu produk dihasilkan bisa memiliki standart, kualitas, dan legalitas agar dapat diterima oleh masyarakat.
“Karena itu, salah satu tujuan Komunitas Pepes ini adalah terus mengawal dan mendampingi anggotanya untuk dapat meningkatkan perekonomiannya juga masyarakat sekitar.”ujar Ina, yang juga owner produk rendang Amaey, yang sudah cukup tenar sebagai oleh-oleh khaz Sumbar.

Dalam kegiatannya, Pepes ini terkolaborasi dengan OK Oce, program pembinaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang didirikan oleh Sandiaga Uno, yang sekarang menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
“Bisa dikatakan Pepes adalah mesin penggerak dari OK Oce. Karena itu kita di Tanah Datar berupaya secara maksimal agar komunitas ini bisa berjalan dengan baik. Sejauh ini cukup menjanjikan, dan antusias pun tinggi.”kata Ina.
Hanya saja saat ini, Pepes Tanah Datar masih membutuhkan support atau dukungan dari pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Bebeberapa kali permintaan untuk bertemu atau audiensi dengan Bupati belum bisa terwujud.
“Tidak tahu masalahnya dimana, kami sudah meminta bertemu dengan Pak Bupati sudah sejak empat bulan lalu. Bahkan sudah disusul dengan surat permintaan untuk audiensi, belum juga ada tanggapan.”kata Ina.
Padahal menurut Ina, Pepes OK Oce Tanah Datar adalah sebuah organisasi yang sudah memenuhi syarat dan legalitas sebuah organisasi.
“Kami sudah memiliki AD/ART, Akte pendirian, sudah ada SK dari Kemenkumham, juga dari Kesbangpol. Kami juga sudah punya SK kepengurusan.”kata Ina.
Ina pun memahami kalau mungkin Bupati punya agenda yang super padat, tapi dia berharap dalam waktu dekat ada kesempatan untuk bertemu dan audiensi dengan Bupati, sekaligus meminta kesedian Bupati untuk mengukuhkan Pepes OK Oce Tanah Datar.
“Jika sudah ada restu atau legalitas dari pemerintah Kabupaten atau Bupati, tentunya kita bisa samakin leluasa bergerak. Dan pihak OK OCe Pusat pun tak ragu membantu atau menyalurkan produk-produk kita ke pasar yang lebih luas.”kata Ina.
“Setidaknya dengan Pepes ini, kami bisa membantu dan bisa menjadi penggerak usaha kecil di tengah masyarakat Tanah Datar. Semuanya demi peningkatan kesejahteraan keluarga.”sambung Ina
“Siapa tahu, dengan ini kita bisa mencapai tujuan satu rumah satu produk. Apalagi Pemkab di bawah kepemimpian Pak Eka Putra dan Richi Aprian sangat mendukung pengembangan UMKM di Tanah Datar, bahkan menjadi salah satu program andalan meraka.”kata Ina mengakhiri.(*)
















