Wagub Kagumi Tirai Batik Tulis Ampek Angkek

Penulis -

Sabtu, 18 September 2021 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – SMK Negeri 1 Ampek Angke mendapat kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldi, Kamis (16/9) kemaren.

Didampingi Bupati Agam, Andri Warman dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Al Fikri, mensosialisasikan Program Vaksinasi ke sekolah-sekolah.

Ada hal menarik dalam kehadiran di sana, selain motivasi tentang vaksinasi, program keahlian terutama Batik Tulis dengan Brand Tirai Ampek Angkek siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan itu, jadi potensi besar dikembangkan dan harus di support penuh.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kami pemerintah provinsi akan memberikan dukungan atas kreativitas ini, semoga kedepan Batik Tirai Ampek Angkek bisa menjadi pakaian Dinas Provinsi Sumatera Barat nantinya,” ujarnya.

Bupati Agam, Andri Warman juga memberikan dorongan kepada Tirai Ampek Angkek dengan memberikan support dalam bentuk peningkatan Sumber Daya Manusia nantinya.

“Mungkin dalam hal ini kami akan memberikan support yang penuh kepada Tirai Ampek Angkek kedepannya. Memakai Batik Tulis Tirai Ampek Angkek sebagai pakaian wajib ASN di Kabupaten Agam. Namun dalam hal ini kami akan memberikan bantuan dalam penambahan jumlah SDM agar tercapainya target dalam memenuhi kebutuhan pakaian batik Kabupaten Agam nanti,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Di sisi lain, Perantau Agam Agus Munir menanggapi potensi Batik yang memang sangat patut dikembangkan di Kabupaten Agam. Menyambut baik dukungan Wakil Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Agam tersebut, serta alangkah baiknya juga dikembangkan di Selingkar Danau Maninjau yang sedang gencar percepatan peralihan usaha ekonomi yang tertumpu pada keramba jaring apung.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kami sangat mendukung gagasan dan rencana Wakil Gubernur Sumbar dan Bupati Agam tersebut. Apalagi ini yang sedang berlangsung di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya. Pembuatan Batik sedang digiatkan masyarakat dan diharapkan jadi alternatif alih profesi bagi nelayan keramba jaring apung. Di Selingkar Danau Maninjau saat ini sedang proses revitalisasi. Berharap segera dapat solusi dan masyarakat merata dalam pemanfatan potensi alam dan budaya untuk pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya kepada Prokabar.com, Jumat (17/9). (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB