Pesisir Selatan, Prokabar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mendorong penambahan alat perlengkapan operasional kebencanaan dalam program tahun 2022, Kamis (16/8) di ruang paripurna DPRD.
Pernyataan itu, disampaikan Anggota Komisi III DPRD Pessel, Norvermal Yuska, usai hearing bersama OPD terkait dalam evaluasi mitra kerja Komisi III penghujung 2021.
Persoalan tersebut, menurutnya, masuk dalam hal yang mendesak untuk cepat dianggarkan. Karena kebutuhan kebencanaan di tengah masyarakat seperti parahu karet dan lainnya.
“Perahu karet dan mesinnya yang ada sekarang sudah tidak bisa digunakan, dan mobil operasionalnya tidak ada. Ini harus diprioritaskan dalam program 2022 bisa terakomodir,” ujarnya.
Hearing digelar, dipimpin Ketua Komisi lll Herpi Damson. Hadir pejabat BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappedalitbang, Dinas Kominfo dan Asisten II Setda.
Novermal menambahkan, selain alat operasiona l BPBD, operasional Damkar juga dalam kondisi sama, jadi untuk itu Komisi III DPRD meminta Pemkab untuk bisa mengadakan, seperti mobil Damkar dan sarana lainnya.
“Seperti daerah Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pancung Soal dan Air Pura, kondisi kini ditangani oleh Posko Damkar Balai Selasa dan Tapan yang jaraknya sangat jauh, dan mobil Damkar sering tiba setelah hangus terbakar,” jelasnya.
Kondisi ini, menurutnya, Pemkab harus memikirkan kepentingan itu. Dan Komisi III DPRD mendorong dari sisi anggaran ini untuk bisa diakomodir. Sebab, jika terabaikan, persoalan masyarakat jadi Terlantar, harapnya.
“Jadi kami harap tahun 2022, ini bisa jadi prioritas dan segera dirasakan masyarakat dampaknya,” tutupnya. (min)
















