Jakarta, Prokabar – Yahoo Messenger pernah menjadi layanan pesan paling populer di era 90-an. Sayangnya program pengirim pesan instan populer milik Yahoo ini tidak bisa mengantisipasi pengguna mobile dan harus kalah bersaing dengan layanan lainnya.
Hingga saat ini popularitas Yahoo yang makin melorot dan ditambah dominasi dari nama-nama seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Snapchat, dan WeChat tampaknya menjadi landasan mengapa akhirnya Yahoo Messenger, atau kerap disingkat menjadi YM ini harus dihentikan.
Yahoo baru-baru ini mengumumkan bahwa akan menghentikan layanan Messenger-nya efektif pada 17 Juli. Pengguna masih bisa menikmati layanan hingga 17 Juli 2018, dan Yahoo Messenger akan benar-benar berhenti setelah tanggal itu.
Meski layanan YM diberhentikan, Yahoo ID yang dimiliki user akan tetap aktif dan masih dapat digunakan untuk layanan seperti Yahoo Mail dan fantasy sports.
Nantinya, user dapat mengunggah riwayat percakapannya di dalam YM dalam enam bulan ke depan. Riwayat percakapan tersebut akan berbentuk seperti dokumen dan dapat disimpan di komputer maupun perangkat mobile. (*/hdp)
















