Padang, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta agar masyarakat Nagari Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam dan sekitarnya, bersedia menghibahkan lahan untuk dibangun Jalan Bypass, guna mengatasi kemacetan di kawasan niaga tersebut.
Opsi tanah hibah menjadi pilihan terbaik jika kawasan Padang Lua akan dibangun jalan bypass, karena pembangunan jalan flyover ditolak oleh masyarakat nagari tersebut.
“Pembangunan jalan flyover kan ditolak masyarakat Nagari Padang Lua, jadi pilihannya ya jalan bypass,” ujar gubernur, usai mengunjungi Nagari Sungai Tanang, Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, Minggu (12/9/2021).
Ia menjelaskan, membangun jalan bukan sesuatu yang mudah, terlebih jika lahan yang akan dibangun harus dibeli oleh pemerintah.
“Kalau lahan yang akan dibangun jalan dari hasil jual beli, prosesnya lama karena banyak kendalanya,” ujar Buya-sapaan akrabnya.
Ia mengatakan jika pemerintah diminta untuk membeli lahan untuk dibangun jalan bypass, maka persoalannya, selain uangnya tidak tersedia untuk membebaskan lahan, belum tentu masyarakat bersedia menjual tanahnya yang akan dilintasi jalan tersebut.
“Kasih saya tanah, langsung akan kita bangun Jalan Bypass. Pilihannya sekarang kan mau cepat atau lambat,” tuturnya.
Ia mengatakan, guna merealisasikan pembangunan Jalan Bypass, pihaknya sudah memanggil Bupati Agam membicarakan pembangunan Jalan Bypass.
Pada pertemuan itu, sudah dibicarakan juga kewenangan provinsi dan kewenangan kabupaten Agam. Dari pihak pemerintah provinsi anggaran untuk membangun jalan tersebut sudah tersedia.
“Insyaallah dalam waktu dekat pembangunan Jalan Bypass segera terwujud,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika Jalan Bypass telah dibangun, maka sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Padang Lua dan sekitarnya.
Hal itu juga, katanya, berarti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Dengan adanya Jalan Bypass, akan memudahkan membawa hasil pertanian ke pusat perniagaan di kawasan Padang Lua tanpa mengalami kemacetan, ujarnya.
Gubernur mengakui kemacetan di kawasan Padang Lua sudah melebihi batas toleransi terutama di saat hari pasaran, yang kemacetannya hingga mencapai beberapa kilo meter.(rls)
















