Sanak Pariwisata Sumbar, Bantu Pokdarwis Unggul

Penulis -

Rabu, 8 September 2021 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Satuan Tenaga Konselor disingkat Sanak Pariwisata Sumbar melibatkan diri dalam memajukan pokdarwis dan destinasi unggul.

Mereka terdiri dari pelaku dan penggiat wisata budaya seperti Ritno Kurniawan selaku perintis Lubuak Nyarai dan Arung Jeram Lubuk Alung, Muhammad Fadhly (Ajo Wayoik) penggagas Batajau Piaman, Teuku Firmansyah selaku direktur Solok Radjo, Muhammad Yahdi, Ketua Pokdarwis Kapalo Banda dan Septiadi Kurniawan, Ketua Pokdarwis Talao Park Ulakan.

Dalam kesempatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat merangkul Sanak dalam transfer ilmu kepada 50 orang pokdarwis se Sumatera Barat (10 kabupaten/kota).

Berbagi pengalaman keberhasilan dalam membangun industri pariwisata yang telah dirintis Satuan Tenaga Konselor tersebut.

Teuku Firmansyah, pendiri sekaligus owner Solok Radjo berkesempatan berbagi menjelaskan sejumlah konsep dasar membangun bisnis atau usaha.

Apalagi berkaitan erat dengan kepariwisataan. Memahami kebutuhan dasar hidup manusia, sebagai langkah awal dalam penyediaan sarana dan prasarana usaha yang akan dibangun.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Saat ini paket data internet sudah menjadi kebutuhan primer. Sedangkan handphone dengan resolusi tinggi untuk foto dan video sudah menjadi kebutuhan sekundernya,” ungkap Teuku Firmansyah.

Sementara kebutuhan tersier sekarang antara rumah mewah dengan traveling sudah menjadi persaingan ketat. Kedua kebutuhan ini menjadi sebuah pilihan imbang dari manusia saat ini, karena dianggap sama-sama dibutuhkan.

Alasan kuat manusia saat ini membutuhkan wisata karena keinginan rekreasi atau jalan-jalan. Istirahat sejenak dari padatnya rutinitas, menikmati keindahan alam, mencari aktifitas pengalaman baru, mencicipi makanan dan minuman yang berbeda serta eksistensi di sosial media.

“Kiat utama dalam mengembangkan usaha agar cepat berjalan adalah kemasan praktis dan cepat saji. Karena pelayanan cepat tanggap, membuat pengunjung senang dan puas. Yang tidak kalah penting adalah branding prodak jualan yang unik dan melekat kuat dalam memori otak pengunjung. Kenangan dan pengalaman baru itu menjadi promosi jitu, membuat pengunjung menceritakan pengalamannya itu kepada keluarga, sanak saudara dan rekan-rekannya,” jelas pendiri Solok Radjo tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Branding tertentu yang hanya ada di satu tempat seperti Mie Galodo yang ia ciptakan. Kemasan dan penyajian bersih, bahan baku dan stok memadai dan biaya rendah namun bisa laris cepat habis.

“Tidak kalah pentingnya target pasar. Harus jelas dan terukur, karena hal ini akan berkaitan dengan kebutuhan orang yang akan menjadi market kita. Dari keluarga muda, menengah dan keatas. Wisatawan massal, minat khusus, mancanegara, faktor umur dan jenis kelamin serta hobi yang melekat dari tamu,” terangnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sarana prasarana dari target pasar tentu wajib disesuaikan. Semakin tinggi target pasar yang akan dituju, akan semakin tinggi pula biaya pemenuhan kebutuhannya. Seperti toilet, kursi dan meja tamu, penginapan atau homestay, menu yang menyesuaikan dan sebagainya.

Selain itu, promosi dan cara pelayanan dari tim kerja juga harus diperhatikannya. Promosi mudah diakses dan selalu konsisten setiap hari dishare.

Setiap aktifitas dan waktu suasana pagi, siang dan malam, akan memperlihatkan rasa keinginan tahu wisatawan berkunjung.

“Pelayanan prima adalah pasti. Setiap pengunjung memiliki karakter yang berbeda-beda, namun pelayanan harus tetap sama pemberlakuannya dan harus tetap ramah kepada setiap pengunjung. Ketika ada komplen, harus cepat tanggap agar tidak sampai merebak ke luar lokasi. Menghindari citra buruk pada pengunjung lainnya,” ulasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB